Tren Kasus Covid-19 di Jakarta Naik, Juga 42 Daerah Lainnya

Luhut menyatakan Jakarta termasuk ke dalam wilayah yang mengalami tren kenaikan kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir.

Aprianus Doni Tolok

8 Nov 2021 - 17.31
A-
A+
Tren Kasus Covid-19 di Jakarta Naik, Juga 42 Daerah Lainnya

Ilustrasi - Mutasi virus Corona subvarian delta/Antara

Bisnis, JAKARTA — Indonesia masih belum benar-benar aman dari lonjakan kasus Covid-19. Faktanya, 43 daerah termasuk Jakarta masih mencatatkan kenaikan kasus Covid-19. 

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan bahwa terjadi tren kenaikan kasus Covid-19 di wilayah Jawa dan Bali. Hal itu terjadi di 43 kabupaten/kota dalam 7 hari terakhir.

Luhut menyatakan Jakarta termasuk ke dalam wilayah yang mengalami tren kenaikan kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir.

“Kami akan mengumpulkan [kepala daerah] 43 kabupaten/kota di Jawa Bali tersebut untuk segera mengidentifikasi dan melakukan intervensi demi menahan tren kenaikan ini. Di Jakarta, utara, timur, barat, selatan itu hampir semua trennya naik,” kata Luhut dalam konferensi pers, dikutip dari YouTube Setpres, Senin (8/11/2021).

Luhut menyampaikan bahwa relaksasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang terus dilakukan Pemerintah berdampak kepada kenaikan mobilitas yang cukup tinggi.

Menurut Luhut peningkatan mobilitas tersebut harus diwaspadai karena masih ada 34 persen kabupaten/kota di Jawa dan Bali yang tingkat vaksinasinya belum mencapai target tapi mobilitasnya cukup tinggi.

Dengan demikian, sambungnya, pelaksanaan relaksasi PPKM yang dilakukan di berbagai sektor, juga harus diimbangi dengan kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan sehingga pandemi tetap terkendali.

“Untuk itu, kami terus menurunkan tim untuk melihat pelaksanaan penerapan protokol kesehatan yang dijalankan utamanya di area publik. Minggu lalu kami menurunkan tim untuk melihat pelaksanaan protokol Kesehatan di tujuan wisata, yakni Bali dan Bandung,” kata Luhut.  

Dalam penelusuran tersebut, secara umum didapatkan hasil yang menunjukkan protokol kesehatan dilakukan dengan baik di pusat perbelanjaan atau mal dan di tempat wisata.

Selain itu, aplikasi PeduliLindungi juga diterapkan dengan ketat. Masyarakat yang masuk di pusat perbelanjaan atau mal dan di tempat wisata semua menggunakan masker, dan jam operasional juga sesuai dengan aturan.    

“Namun, kami masih menemukan penerapan physical distancing yang masih lemah dan masih ada tempat wisata yang hanya melakukan scan PeduliLindungi pada perwakilan saja. Hal ini tentunya akan menjadi evaluasi kami dan akan kami diskusikan lebih lanjut kepada seluruh pemangku kepentingan di masing-masing daerah dan sektor tersebut,” kata Luhut.

Pelanggaran Prokes di Bali dan Bandung

Beberapa pelanggaran juga ditemukan terjadi di sejumlah restoran, kafe, dan klub di Bali dan Bandung.  

“Beach Club dan Bar beroperasi tanpa pembatasan kapasitas, tidak ada physical distancing, dan tidak ada enforcement dari pihak pengelola untuk menerapkan protokol kesehatan selama beraktivitas,” ujarnya.

Untuk itu, Luhut meminta Forkompimda setempat di wilayah tersebut dan wilayah lain agar memberikan tindakan tegas kepada segala bentuk pelanggaran yang ada. (Fitri Sartina Dewi)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Saeno

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.