Tren Lonjakan Konsumsi, Impor BBM Mencapai 138 Juta Barel

Tingginya ketergantungan Indonesia terhadap impor BBM yang mencapai 138 juta barel pada 2022, tentunya dapat membahayakan ketahanan energi nasional ke depannya.

Lukman Nur Hakim

11 Okt 2023 - 08.56
A-
A+
Tren Lonjakan Konsumsi, Impor BBM Mencapai 138 Juta Barel

Ilustrasi minyak mentah

Bisnis, JAKARTA—Tren lonjakan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri telah berdampak terhadap terus meningkatnya impor komoditas itu. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat impor BBM mencapai 138 juta barel pada 2022 lalu.

Menurut Menteri ESDM Arifin Tasrif, terdapat kenaikan impor bensin sekitar 15 juta barel dalam kurun waktu 7 tahun terakhir atau sepanjang 2015—2022.

“Sebagian besar kebutuhan bahan bakar dalam negeri berasal dari impor, khususnya bensin. Impor bensin meningkat dari sekitar 123 juta barel pada tahun 2015 menjadi 138 juta barel pada tahun 2022,” kata Arifin dalam acara Sustainable Mobility Etanol Talk 2023, Senin (9/10/2023).

Peningkatan impor tersebut, kata Arifin, seiring dengan naiknya konsumsi BBM di Indonesia. Berdasarkan catatan Kementerian ESDM, konsumsi BBM pada 2022 setidaknya telah mencapai lebih dari 1.100 ribu barel minyak ekuivalen (Mboe), naik 30 persen dibandingkan dengan kondisi 2012.

“[Peningkatan konsumsi BBM] didorong oleh kuatnya kebutuhan di sektor industri dan transportasi,” ujarnya.

Baca juga: Aturan Industri Migas Segera Diperbaiki Demi Ketahanan Energi RI

Arifin menjelaskan bahwa dengan tingginya ketergantungan Indonesia terhadap impor BBM yang mencapai 138 juta barel pada 2022, tentunya dapat membahayakan ketahanan energi nasional ke depannya. Itu sebabnya, pemerintah mendorong pengembangan sumber energi lokal yang berkelanjutan dan bisa diakses, salah satunya biofuel untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor BBM dan mencapai ketahanan energi nasional.

“Penerapan program biofuel juga dimaksudkan untuk menurunkan emisi hingga 31,9 persen di bawah BAU [business as usual] pada tahun 2030,” tutur Arifin.

Adapun, pemanfaatan bahan bakar nabati yang salah satunya berasal dari kelapa sawit, yakni biodiesel juga menjadi salah satu langkah yang bisa dilakukan untuk mengurangi impor minyak. Pemerintah pun terus berupaya meningkatkan pemanfaatan biodiesel dengan menerapkan program wajib bauran biodiesel.


Dikutip dari laman resmi Kementerian ESDM, mandatori pemanfaatan biodiesel sejak 1 September 2013 ditingkatkan menjadi B10 (setiap 1 liter solar akan mengandung 10% biodiesel). 

Dengan kebijakan tersebut, realisasi implementasi mandatori biodiesel pada 2014 mencapai 1,84 juta kilo liter (kl) atau mengalami peningkatan sebesar 75% dibandingkan dengan capaian mandatori biodiesel 2013.

Baca juga: Mandatori Biodiesel B35, Ikhtiar Negeri Tekan Emisi

Kemudian, pada 2015 pemerintah resmi meluncurkan mandatori B15 dalam rangka mendukung kebijakan ekonomi makro dan menghemat devisa negara melalui pengurangan impor BBM.

Hingga akhirnya pada 2018 mandatori biodiesel tak lagi hanya untuk sektor yang disubsidi (public service obligation/PSO) dan pembangkit listrik PT PLN (Persero), tetapi juga diperluas untuk kereta api dan sektor non-PSO.

Pemerintah bahkan telah menargetkan adanya fasilitas produksi B100 atau 100% bahan bakar nabati di dalam negeri pada 2022. Berbagai inovasi dan kesiapan teknologi pun terus dilakukan.

Baca juga: Kala Inflasi Dibakar Bahan Bakar, BBM dan LPG Subsidi Dijaga

Dengan menggunakan katalis yang dikembangkan oleh Institute Teknologi Bandung, uji coba sudah dilakukan di kilang PT Pertamina (Persero). 

Harapannya, tidak lama lagi Indonesia bisa masuk ke skala produksi sehingga tujuan akhir bisa mengurangi impor BBM dapat segera terwujud. Apalagi, potensi kelapa sawit yang melimpah di dalam negeri berpotensi menjadikan Indonesia sebagai produsen bahan bakar berbasis kelapa sawit terbesar di dunia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Ibeth Nurbaiti

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.