Tren Meningkat, Investasi Manufaktur 2023 Capai Rp565 Triliun

Indonesia masih menjadi negara tujuan utama bagi para penanam modal skala global di sektor industri. Investasi manufaktur terus meningkat hingga mencapai Rp565 triliun 2023.

Fatkhul Maskur

15 Feb 2024 - 11.46
A-
A+
Tren Meningkat, Investasi Manufaktur 2023 Capai Rp565 Triliun

Karyawan melakukan pengecekan pada pipa pembakaran bahan bakar CNG di area finish mill Semen Gresik (SMGR) Pabrik Rembang, Jawa Tengah.-Foto istimewa.jpeg

Bisnis, JAKARTA-Indonesia masih menjadi negara tujuan utama bagi para penanam modal skala global di sektor industri. Investasi manufaktur terus meningkat hingga mencapai Rp565 triliun 2023.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan bahwa selama periode 2014-2023, realisasi investasi di sektor industri pengolahan nonmigas cenderung fluktuatif dengan tren peningkatan.

“Artinya, para investor masih melihat Indonesia sebagai lokasi yang sangat menarik dan menguntungkan untuk bisnisnya,” kata Menteri Agus Gumiwang di Jakarta, Rabu (14/2/2024).

Menperin mengemukakan, apabila membandingkan kondisi 2014 dengan 2023, terlihat lonjakan tajam pada nilai investasi sektor industri pengolahan nonmigas, yaitu dari Rp186,79 triliun pada 2014 naik menjadi Rp565,25 triliun pada 2023.

“Secara kumulatif, realisasi investasi di sektor industri pengolahan nonmigas selama 10 tahun (periode 2014-2023) sebesar Rp3.031,85 triliun,” ungkapnya.

Meskipun dalam kondisi pandemi Covid-19, para investor masih memiliki kepercayaan yang tinggi untuk merealisasikan investasinya di Indonesia. Terbukti, pada tahun 2019 sampai 2023, nilai investasi di sektor industri manufaktur juga mengalami peningkatan yang signifikan.

“Investasi di sektor industri pada tahun 2019 sebesar Rp213,44 triliun, naik menjadi Rp259,28 triliun di tahun 2020, naik lagi sebesar Rp307,58 triliun di tahun 2022, dan melonjak hingga Rp457,60 pada triliun tahun 2022,” sebut Agus.

Dari sisi pertumbuhannya, selama periode 2014-2023, yang mengalami kenaikan secara meroket adalah dari tahun 2021 ke 2023 mencapai 48,77%. Kemudian disusul pada tahun 2015-2016, yang tumbuh hingga 39,18%, dan pada 2014-2015 melesat sebesar 24,22%.

Menperin optimistis, peningkatan investasi di sektor industri manufaktur memiliki kolerasi dengan kebijakan pemerintah dalam memacu hilirisasi sumber daya alam, khususnya sektor pertambangan.

“Artinya, pemerintah sangat konsisten sekali bahwa realisasi investasi tidak hanya didorong oleh sektor jasa, tetapi juga karena prospek membangun industri hilirnya sehingga dapat memperdalam struktur manufaktur kita agar bisa lebih berdaya saing,” tuturnya.

Menperin juga menekankan, pemerintah bertekad untuk terus mendorong penghiliran industri yang akan berkontribusi signifikan terhadap pemasukan negara melalui pajak ekspor, royalti, pendapatan negara bukan pajak (PNBP), dan dividen.

Penghiliran industri menjadi prioritas. Sebagai gambaran, saat masih diekspor dalam bentuk bahan mentah, kontribusi komoditas nikel nilainya sekitar Rp15 triliun dalam setahun.   "Setelah masuk ke industrialisasi, nilainya melompat tajam menjadi US$20,9 miliar atau setara Rp360 triliun,” paparnya.

Baca Juga

Sederet Pemacu Ekspansi Manufaktur di Awal 2024

Menangkal Lesu Ekspor Manufaktur

TENAGA KERJA

Agus menambahkan, peningkatan realisasi investasi di sektor industri memberikan dampak yang luas bagi perekonomian nasional, termasuk dalam penambahan jumlah tenaga kerja.

Pada periode 2014-2023, capaian jumlah tenaga kerja di sektor industri pengolahan nonmigas cenderung mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

Pada 2014, jumlah tenaga kerja di sektor industri manufaktur sebanyak 15,62 juta orang, dan naik menjadi 19,29 juta orang pada Agustus 2023.

Kecuali pada 2020, karena terjadi pandemi Covid-19, jumlah tenaga kerja terdampak mengalami penurunan.

Namun, setelah pandemi berakhir, kinerja industri kembali berhasil bangkit dan terus tumbuh setiap tahunnya sehingga jumlah penyerapan tenaga kerja juga ikut naik,” pungkasnya.

Ia menegaskan peningkatan realisasi investasi karena juga didukung oleh berbagai kebijakan strategis pemerintah yang probisnis melalui pemberian kemudahan izin dan fasilitas insentif.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Ibeth Nurbaiti

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.