Tren Township dengan Akses Jalan Tol Jadi Incaran Pencari Rumah

Hunian berkonsep township dan memiliki akses jalan tol saat ini menjadi incaran para pencari rumah. Biasanya lokasi township terletak di kawasan strategis yang dekat dengan jalan tol sehingga dapat memudahkan akses perjalanan dari tempat tinggal ke lokasi kerja.

Yanita Petriella

20 Agt 2023 - 23.16
A-
A+
Tren Township dengan Akses Jalan Tol Jadi Incaran Pencari Rumah

Klaster Canna di Paramount Petals. /dok Paramount Land

Bisnis, JAKARTA – Hunian dengan memiliki akses jalan tol menjadi incaran para pencari rumah. Dalam beberapa tahun terakhir, pengembang ramai mengajukan kepada pemerintah daerah (pemda) untuk pembangunan akses jalan tol ke kawasan mereka.

Memang dengan adanya akses infrastruktur jalan tol yang dekat dengan perumahan akan berdampak pada peningkatan harga hunian rumah di kawasan tersebut. 

Namun demikian, ada banyak faktor yang bisa membuat harga properti mengalami kenaikan dan bukan serta merta karena pasti akan naik dengan adanya infrastruktur. Harga properti akan ditentukan salah satunya oleh perkembangan kawasan sekitar maupun potensi pengembangan ke depannya. Infrastruktur merupakan salah satu hal yang bisa meningkatkan harga properti baik infrastruktur jalan maupun sarana transportasi publik sehingga bisa memudahkan aksesibilitas kawasannya. Aksesibilitas terutama jalan tol menjadi salah satu kunci hunian diminati para pencari rumah. 

Direktur Eksekutif Pusat Studi Properti Indonesia (PSPI) Panangian Simanungkalit berpendapat pembangunan infrastruktur seperti jalan tol akan memacu pengembangan suatu wilayah. Properti yang lokasinya berdekatan dengan jalan tol diyakini masih akan sangat diminati pasar. Bahkan, harga properti yang berdekatan dengan akses jalan tol berpeluang terus naik.

“Biasanya ketika ada pembukaan jalan yang baru di suatu kawasan, baik jalan arteri ataupun jalan tol memang akan membuka akses peluang kenaikan harga tanah di sekitar lokasi yang terhubung dengan jalan-jalan yang baru tersebut,” ujarnya kepada Bisnis, Minggu (20/8/2023). 

Menurutnya, pembangunan jalan tol secara langsung dapat menumbuhkan perekonomian karena mobilisasi barang dan jasa menjadi semakin mudah. Selain mempengaruhi harga tanah, pembangunan jalan tol juga dapat mengerek naik harga properti. 

“Kenaikan harga properti akibat pembangunan jalan-jalan baru itu sangat bervariasi. Hal ini ditentukan oleh lokasi dan kemudahan aksesnya,” katanya. 

Harga properti akan melonjak drastis setelah jalan tol yang dibangun resmi beroperasi. Jika jalan tol sudah beroperasi maka biasanya harga properti melonjak mencapai 10 persen hingga 50 persen. 

Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mengatakan pembangunan jalan tol baru khususnya di wilayah jalan tol trans Jawa meningkatkan pembangunan properti di sekitarnya. 

“Pertumbuhan positif pasti terjadi terutama bagi properti di dekat exit tol, karena lokasinya paling strategis,” ucapnya. 

Adanya pembangunan ruas jalan tol baru akan meningkatkan permintaan properti dan menggerakkan ekonomi kawasan. Kenaikan permintaan properti yang signifikan tersebut disebabkan oleh berkembangnya wilayah di sekitar exit tol baru tersebut. 

“Berkat adanya pembangunan jalan tol, di sekitar exit tol akan tumbuh kawasan industri baru. Dengan hadirnya kawasan industri, permintaan hunian untuk pekerja di sana akan meningkat,” tutur Bhima. 

Senior Manager Research & Consultancy Savills Indonesia Angra Angraeni berpendapat pembangunan jalan tol baru juga menyebabkan terjadinya repositioning kawasan di sekitarnya. Fenomena repositioning kawasan ini artinya adalah nilai atau harga kawasan menjadi naik. 

“Misalnya sebelum ada tol perumahan yang berkembang cenderung perumahan untuk kelas menengah bawah dengan harga di bawah Rp800 juta, namun dengan adanya tol muncul pengembangan baru dengan harga sudah di atas Rp800 juta, bahkan seiring berjalan waktu harga proyek-proyek baru yang diluncurkan sudah tidak ada yang di bawah Rp1 miliar,” terangnya.

Baca Juga: Menilik Tren Jualan Pengembang Ajukan Akses Jalan Tol


Township Tangerang Ramai Diminati

Director Strategic Consulting Cushman & Wakefield Indonesia Arief Rahardjo menuturkan seiring dengan kemajuan fasilitas infrastruktur di wilayah Jabodetabek dan meningkatnya biaya pembangunan yang dipicu oleh inflasi diperkirakan akan berkontribusi pada kenaikan harga tanah di wilayah yang terkena dampak. Selain itu, harga jual rata-rata diharapkan akan terus tumbuh sepanjang tahun 2023. 

“Per Juni 2023, harga tanah rata-rata di wilayah Jabodetabek dilaporkan sekitar Rp12,42 juta per meter persegi. Ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 1,9 persen sejak semester lalu. Dampak bertahap inflasi pada konstruksi dan material bangunan juga terlihat pada kenaikan harga jual. Kemajuan dalam infrastruktur transportasi juga berkontribusi pada laju kenaikan harga tanah. Akibatnya, harga jual rata-rata tahunan mengalami peningkatan yang signifikan sebesar 4,49 persen,” ujarnya. 

Menurutnya, laju kenaikan harga rumah di Jabodetabek paling tinggi yakni Jakarta dengan rerata Rp15,6 juta per meter persegi, kemudian diikuti kawasan Tangerang dengan harga Rp15 juta per meter persegi. 

Laju harga rumah di Tangerang ini yang berada posisi kedua karena rerata tingkat serapan unit hunian kawasan ini mencapai 21 unit per bulan. Dari sisi permintaan tercatat rumah tapak di Tangerang memiliki demand hingga 200.049 unit dengan rasio penjualan mencapai 95 persen.

Dalam catatan Cushman & Wakefield, rencana pengembangan area di Tangerang sebesar 26.022 hektare. Sementara itu saat ini yang telah di kembangkan sebanyak 9.825 hektare pada sementer pertama 2023. 

Head of Research Jones Lang Lasalle (JLL) Indonesia Yunus Karim juga tak menampik bahwa kawasan Tangerang merupakan salah satu wilayah yang paling diminati pembeli dan pengembang properti. Menurutnya, hunian yang diminati konsumen yang memiliki akses tol, akses transportasi umum seperti commuter line, light rail transit (LRT) dan mass rapid transit (MRT), dan kelengkapan fasilitas penunjang dalam kawasan menjadi daya tarik utama bagi para pembeli rumah tapak. 

“Kawasan koridor barat Jakarta, Tangerang, cenderung sudah established dibandingkan dengan kawasan lainnya. Fasilitas dari tol maupun public transportation yang sudah memadai di daerah tersebut. Mengapa diminati oleh pengembang? Karena banyak konsumen yang memiliki minat terhadap area tersebut,” katanya.

Selain itu, pengembang di Tangerang menawarkan konsep hunian township yang diminati pasar. Kawasan township ini menyediakan berbagai fasilitas penunjang seperti rumah sakit, sekolah, dan pusat perbelanjaan modern yang membuat para penghuni township lebih nyaman sehingga membuat kawasan tersebut diminati banyak pembeli.

“Karena memang ketersediaan fasilitas, kelengkapan fasilitas sebagai sebuah kota mandiri, itu menjadi hal yang dipertimbangkan oleh pembeli. Karena pembeli sudah tahu kalau mau belanja harus ke mana, kemudian sekolahnya akan ke mana, hospital, tempat ibadah atau mungkin dengan community-nya. Itulah menjadi salah satu hal yang memang akhirnya membuat para pembeli menjadikan township lebih menarik dibandingkan lainnya,” ucapnya.

Menurut Yunus, lokasi township biasanya terletak di kawasan strategis, yaitu wilayah yang dekat dengan jalan tol maupun transportasi publik sehingga dapat memudahkan akses perjalanan dari tempat tinggal ke tempat kerja.

“Ditambah lagi apabila township tersebut memiliki fleksibilitas seperti jalan tol, kemudian public transportation yang memadai untuk dapat membuat atau memudahkan perpindahan dari tempat tinggal mereka menuju tempat kerja. Daerah yang diminati adalah ke arah Tangerang salah satunya memiliki aksesibilitas jalan tol yang bagus,” tuturnya. 

Baca Juga: Area Tangerang Masih Prospektif dan Juara Bagi Pencari Hunian


Township dengan Akses Tol

Salah satu akses jalan tol langsung bakal dibangun di township anyar Paramount Petals. Kota mandiri anyar ini besutan PT Paramount Enterprise International di Curug Tangerang yang mulai diluncurkan saat masa pandemi yakni Juli tahun 2021.

Kota mandiri baru seluas 400 hektare tersebut merupakan buah hasil kerjasama dari PT Paramount Enterprise International (Paramount Land) dan PT Jasamarga Related Business (JMRB) telah melakukan Nota Kesepahaman (MoU) pada 2021 untuk kerjasama mengembangkan properti di kawasan Toll Corridor Development (TCD) di Jalan Tol Jakarta – Tangerang.

Melalui kerjasama tersebut, Paramount Land membenamkan investasi Rp250 miliar untuk pembangunan akses jalan tol KM 26 Tol Tangerang – Merak yang diperkirakan bakal tuntas pada 2025 mendatang. Nantinya, Paramount Petals ini akan memiliki akses pintu langsung baik dari dan menuju Tol Tangerang Merak ini. 


Vice President Sales & Marketing Paramount Petals Mario Susanto mengatakan pembangunan jalan tol akan dilakukan tahun 2024 dan selesai di tahun 2025. Adapun hingga akhir tahun ini, Paramount tengah mengejar izin prinsip pembangunan akses jalan tol tersebut. 

“Ini akses jalan tol dananya dari kami senilai Rp250 miliar, untuk panjangnya berapa masih belum bisa kami beritahu,” ujarnya menjawab Bisnis, Jumat (18/8/2023).

Pembangunan akses jalan itu akan semakin meningkatkan konektivitas, traffic, mengangkat potensi ekonomi dan bisnis masyarakat di Paramount Petals dan sekitarnya. 

Selain pembangunan akses jalan tol, kerjasama dengan JMRB juga dilakukan dengan membangun 1 klaster hunian anyar pada semester II tahun ini bernama Lily. Nantinya, JMRB bersama dengan Paramount akan membangun hunian 2 lantai sebanyak 250 unit. Namun demikian, pihaknya belum dapat membeberkan lebih lanjut terkait harga produk hunian hasil kolaborasi ini. 

“Jadi bersama JMRB akan luncurin hunian klaster Lily di tahun ini. Nanti investasi hunian klaster dan profitnya dibagi 2, 50 : 50 dengan JMRB. Kami juga transfer knowledge terkait pembangunan properti dengan JMRB,” katanya.  

Sejak tahun 2021 hingga saat ini, Paramount telah mengeluarkan tiga produk klaster hunian di Paramount Petals yakni Aster, Canna, dan Gardenia dan satu produk komersial yakni Calico Square. Paramount menargetkan hingga tahun 2025 akan ada minimal 3.000 kepala keluarga yang tinggal di Paramount Petals. 

Adapun hingga saat ini, total hunian yang sedang dan telah dibangun di Paramount Petals mencapai 1.100 unit. Dari 1.100 unit rumah tersebut sebanyak 600 unit ditargetkan akan dilakukan serah terima hingga akhir tahun ini. 

Dari bulan Maret hingga pertengahan Agustus, Paramount telah melakukan serah terima rumah 2 klaster awal yakni Canna dan Aster sebanyak 219 unit. 

“Yang sudah kami serah terima Aster 130, Canna 99 unit sekitar 219 unit. Hingga akhir tahun terdapat 600 unit kami serah terima. Sekarang sudah dihuni 28 unit atau kepala keluarga,” ucapnya. 

Sepanjang tahun ini, Paramount Petals ditargetkan dapat meraup marketing sales mencapai Rp850 milliar. Mario optimistis dapat mencapat target marketing sales di tahun ini. Adapun hingga awal Agustus, Paramount Petals telah membukukan prapenjualan Rp446 miliar.

Optimisme tersebut sejalan dengan progres penjualan pemasaran yang sudah dibukukan, permintaan hunian yang masih tinggi, dan adanya rencana peluncuran klaster Lily yang direncanakan pada kuartal IV mendatang. Selain itu, Paramount Petals juga punya opsi untuk meluncurkan kawasan komersial baru di lahan seluas 4 hektare. Namun demikian, peluncuran area komersial ini bisa saja mundur pada tahun depan tergantung perkembangan pasar. 

“Saya optimis target tercapai karena secara normal kami bisa menjual minimal 40 unit setiap bulannya dengan nilai penjualan minimal Rp55 miliar hingga Rp65 miliar. Tren ini sudah terjadi sejak awal tahun. Apalagi kami juga ada rencana peluncuran baru. Penjualan launching baru sekali gebuk minimal bisa mencapai Rp200 miliar,” tutur Mario.

Baca Juga: Membaca Prospek Investasi Properti Hunian di Wilayah Tangerang

Target marketing sales Paramount Petals di tahun ini juga akan disumbang sebesar Rp96 miliar dari program ready stock atau rumah siap huni. Adapun terdapat 60 unit rumah yang ditawarkan untuk para pencari hunian untuk tujuan ditempati dan bisa langsung dihuni. 

“Ads 27 unit untuk Canna dan 33 unit untuk Aster. Program ini kami buka dari 14 Agustus hingga 31 Oktober 2023. Hingga 18 Agustus sudah 8 unit terjual,” ujarnya. 

Pihaknya meyakini program rumah siap huni ini akan terserap habis di akhir September 2023. Hal ini dikarenakan tingginya minat para pencari rumah yang menginginkan hunian ready stock. Terlebih, hunian di kota mandiri yang memiliki sejumlah fasilitas dan akses jalan tol. Adapun harga hunian rumah siap huni ini berkisar mulai dari Rp1,1 miliar. Harga ini berbeda dengan 2 tahun lalu ketika launching perdana yang hanya Rp600 jutaan. 

Adapun rumah ready stock di Paramount Petals merupakan unit yang sebelumnya sudah dibeli oleh konsumen namun tidak memenuhi syarat saat mengajukan KPR ke bank. Kebanyakan dari mereka masih dalam tahap menjalani cicilan uang muka (down payment/DP) ke developer dan kemudian tidak sanggup melanjutkan akibat terdampak pandemi Covid-19. 

“Untuk Aster dan Canna sendiri sebenarnya pada saat launching sudah bisa dibilang soldout 100 persen, rumah siap huni ini pada awalnya sudah membeli tapi konsumen kena tolakan bank KPR. Profile pembeli kami end user dimana 75 persen hingga 85 persen menggunakan cara bayar KPR. Untuk pembatalan karena cicilan uang muka ke developer itu sekitar 50 unit, sisanya 10 unit karena bank sehingga kami buyback,” katanya. 

Mario pun tak khawatir dengan kondisi jelang perhelatan Pemilu 2024. Menurutnya, pasar properti akan tetap bertumbuh di tahun politik dan pemilu. Sepanjang pengalaman Paramount Land, Pemilu tidak berpengaruh besar pada penjualan properti perusahaan. Bahkan di saat tekanan ekonomi paling parah akibat pandemi Covid-19 saja, Paramount mampu bertahan dan mencatatkan penjualan gemilang.

Adapun Paramount Petals akan dikembangkan dengan jangka perencanaan sekitar 20 tahun ke depan. Pada tahap awal, dalam jangka 5 tahun pengembangan akan diarahkan di area Paramount Petals bagian selatan. Nantinya akan ada tujuh klaster hunian yang akan dibangun. Di samping itu, bakal dikembangkan pula sembilan blok komersial (ruko) dan beberapa area kavling komersial, serta beberapa fasilitas seperti kesehatan, pendidikan, pasar modern, perkantoran, pusat perbelanjaan, hingga hotel.

Setelah area selatan, pengembangan akan dilanjutkan pada Paramount Petals bagian utara. Pada tahun 2025 hingga 2027 akan dibangun sejumlah fasilitas, seperti rumah sakit, pasar modern, sekolah, dan hotel.

“Saat ini dari 70 hektare di sisi selatan, kami baru kembangkan separuhnya. Di sisi lain kami terus membebaskan beberapa bidang lahan untuk sisi utara, ada kemungkinan bisa lebih dari 400 hektare Paramount Petals. Ini karena Petals dipersiapkan sebagai motor pertumbuhan Paramount Land, lahan di Gading Serpong sudah terbatas,” tutur Mario. 

Baca Juga: Penjualan Properti Hunian Masih Tersendat di Paruh Pertama 2023

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Yanita Petriella

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.