Tugas Jokowi ke OJK Agar Kasus Asabri—Goreng Saham Tak Terulang

Jokowi mengingatkan OJK agar kejadian yang sudah-sudah seperti Asabri, Jiwasraya, Indosurya, hingga Wanaartha tidak terulang lagi.

Jaffry Prabu Prakoso

6 Feb 2023 - 17.06
A-
A+
Tugas Jokowi ke OJK Agar Kasus Asabri—Goreng Saham Tak Terulang

Gedung Jiwasraya. Presiden Joko Widodo meminta agar OJK untuk memperkuat perlindungan jasa keuangan agar kasus seperti Jiwasraya tak terulang. /Bisnis-Abdullah Azzam.

Bisnis, JAKARTA – Presiden Republik Indonesia Joko Widodo meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkuat perlindungan di sektor jasa keuangan. Jokowi menyinggung perusahaan milik taipan India Gautam Adani dan perilaku menggoreng saham.

Jokowi mengamati masyarakat memerlukan perlindungan yang pasti terhadap produk jasa keuangan, baik asuransi, pinjaman online, investasi, tur haji, hingga umroh. Jokowi menuturkan bahwa pengawasan produk-produk jasa keuangan tersebut harus detail.

Presiden juga menuturkan bahwa saat ini pemerintah tidak bisa bekerja dalam skala makro saja, tetapi juga harus mendetailkan pekerjaan di mikro.


Kejagung menyita dua unit mobil BMW milik tersangka Teddy Tjokrosaputro terkait perkara dugaan tindak pidana korupsi PT Asabri. Kedua mobil BMW tersebut adalah BMW seri 520i warna hitam dengan plat nomor B 1347 SAO dan BMW seri 520i warna putih dengan plat nomor B 1136 SAQ. Bisnis-Sholahudin Al Ayubi


"Hati-hati ada peristiwa besar. Minggu kemarin ada Adani, di India. Makronya bagus, mikronya ada masalah. Hanya satu perusahaan, Adani kehilangan US$120 miliar, dirupiahkan Rp1.800 triliun," kata Jokowi dalam Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan, Senin (6/2/2023).

Jokowi melanjutkan bahwa goreng-menggoreng saham tersebut membuat seperempat produk domestik bruto (PDB) India atau sebesar Rp1.800 triliun hilang. Hal tersebut memberikan tekanan capital outflow dan menjatuhkan nilai tukar rupee India. Padahal, kata Jokowi, kondisi makro India masih bagus.

Baca juga: Hati-Hati! Investasi Bodong Bikin Masyarakat Rugi Rp112 Triliun

"Dilihat betul mana yang suka menggoreng. Goreng kalau pas dapet enak, tapi sekali pas kepleset, ya tadi saya sampaikan, Adani di India. Saya minta betul-betul, perusahaan asuransi, pinjol, investasi, dilihat betul," ucapnya.

Di saat yang sama, Jokowi juga mengingatkan agar kejadian yang sudah-sudah seperti Asabri, Jiwasraya, Indosurya, hingga Wanaartha tidak terulang lagi.

"Mikro satu-satu diikuti. Rakyat hanya minta satu, duit mereka balik. Semuanya yang namanya pengawasan harus diintensifkan," tuturnya.

Baca juga: Ambisi OJK Perkuat Pasar Modal

Sebagaimana diketahui, Crazy Rich India Gautam Adani menjadi sorotan dunia dalam sepekan terakhir. Gautam Adani kehilangan dana US$108 miliar atau setara dengan Rp1.600 triliun akibat skandal yang menjeratnya.  

Saham Adani Enterprises, perusahaan unggulan dari Adani Group, rencananya akan mulai dijual pada 25 Januari 2023 dalam penawaran saham sekunder terbesar di India.


CEO Adani Group Gautam Adani, miliarder asal India. /Instagram @gautam.adani


Tepat sehari sebelumnya, firma investasi yang berbasis di AS Hindenburg Research menerbitkan sebuah laporan investigasi yang menuduh kelompok Adani selama puluhan tahun melakukan manipulasi saham dan penipuan akuntansi.

Hindenburg, yang berspesialisasi dalam investigasi short selling, bertaruh melawan harga saham perusahaan dengan harapan akan jatuh.

Adani Group menyebut laporan investigasi tersebut sebagai kombinasi jahat dari kesalahan informasi selektif dan tuduhan basi, tidak berdasar, dan mendiskreditkan. Namun, pernyataan itu tidak cukup untuk membendung ketakutan investor. (Annisa Kurniasari Saumi)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Jaffry Prabu Prakoso

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.