Tumbuh 1,15%, Arus Peti Kemas Pelindo 8,2 Juta Teus

Arus peti kemas tersebut merupakan gabungan dari 15 terminal peti kemas dan 7 anak perusahaan yang dikelola oleh Pelindo.

Jaffry Prabu Prakoso

21 Okt 2022 - 15.56
A-
A+
Tumbuh 1,15%, Arus Peti Kemas Pelindo 8,2 Juta Teus

JAKARTA – Subholding PT Pelindo Terminal Petikemas mencatat jumlah arus peti kemas mencapai 8,2 juta TEUs selama 9 bulan berjalan pada 2022.

Corporate Secretary PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) Widyaswendra mengatakan bahwa jumlah tersebut lebih tinggi dari periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebanyak 8,1 juta TEUs atau tumbuh rata-rata sekitar 1,15 persen.

Arus peti kemas tersebut merupakan gabungan dari 15 terminal peti kemas dan 7 anak perusahaan yang dikelola oleh perseroan.


Kegiatan bongkar muat petikemas di Termal Petikemas Belawan. Bisnis Adam Rumansyah 


"Arus peti kemas tersebut didominasi oleh peti kemas domestik yang mencapai 5,6 juta teus atau sekitar 69 persen. Sementara untuk peti kemas luar negeri mencapai 2,5 juta teus atau sekitar 31 persen," ujarnya melalui keterangan resmi, Kamis (20/10/2022).

Widyaswendra pun optimistis dapat mencapai target arus peti kemas hingga akhir tahun 2022 yang telah ditetapkan oleh pemegang saham yakni sebanyak 11,65 juta teus.

Sejumlah upaya dilakukan oleh PT Pelindo Terminal Petikemas untuk meningkatkan jumlah arus peti kemas.


Baca juga: Catatan Kelam Pelindo dan Kelanjutan Terminal Kalibaru


Mulai dari upaya menggandeng terminal untuk kepentingan sendiri (TUKS) hingga pengoperasian pelabuhan milik pemerintah melalui skema kerjasama pemanfaatan (KSP) barang milik negara (BMN).

Selain itu, upaya untuk bersinergi dengan pihak-pihak berkepentingan lainnya juga terus dijajaki oleh perseroan.

“Kami sedang mempersiapkan kajian untuk melakukan pengembangan terminal peti kemas yang berperan sebagai transhipment hub peti kemas internasional. Sebagaimana kita ketahui bersama posisi kita ada di jalur perdagangan dunia, ini yang akan coba kami optimalkan setelah merger Pelindo,” lanjutnya.


Baca juga: Saran Selain Ide Pemerintah Mau Kembangkan Pelabuhan Belawan


Direktur The National Maritime Institute (Namarin) Siswanto Rusdi menyebut bahwa upaya kontainerisasi muatan dapat menjadi salah satu upaya PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) untuk meningkatkan pertumbuhan arus peti kemas.

Untuk mendukung upaya kontainerisasi, SPTP perlu melakukan pembenahan di sejumlah pelabuhan yang ada di wilayah timur Indonesia agar mampu digunakan untuk kegiatan peti kemas.

“Potensi muatan peti kemas di wilayah timur Indonesia masih cukup tinggi, utamanya berkaitan dengan hasil tangkapan laut atau perikanan. Namun, kita juga perlu perhatikan apakah pelabuhan yang ada di daerah sudah dapat mendukung bongkar muat peti kemas ataupun fasilitas berpendingin,” kata Siswanto.

Berkenaan dengan transhipment hub peti kemas internasional, Siswanto menilai perlu dilakukan kajian yang menyeluruh bersama semua pihak termasuk pemerintah.


Proses pengoperasian RTG secara terpusat dari ruangan remote operating system (ROS) di Pelabuhan Kuala Tanjung, Sumatra Utara/Bisnis-Dany


Keberadaan ekosistem yang kuat mulai dari kemudahan bunker, lokasi berlabuh, sistem keuangan dan pembayaran, pemanduan dan penundaan kapal, dan hal lainnya sangat dibutuhkan dalam mewujudkan transhipment hub internasional yang dimimpikan.

“Pertarungan di sektor tersebut akan sangat berat, kita ketahui ada negara tetangga yang sudah menguasai pasar, sehingga kita perlu memperkuat diri terlebih dahulu untuk siap bersaing langsung dengan mereka di selat Malaka,” pungkasnya. (Anitana Widya Puspa)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Jaffry Prabu Prakoso

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.