Tuntutan Kerja Keras Pengelola Bandara Hadapi Lesu Penerbangan

Operator bandara di Indonesia mesti bekerja ekstra keras untuk memacu pendapatan dari sisi nonaeronautika, di tengah prediksi belum pulihnya permintaan penerbangan hingga 2022.

Anitana Widya Puspa & Hendra Wibawa

10 Des 2021 - 06.35
A-
A+
Tuntutan Kerja Keras Pengelola Bandara Hadapi Lesu Penerbangan

Bandara Soekarno Hatta. - Foto Bisnis

Bisnis, JAKARTA - Operator bandara di Indonesia mesti bekerja ekstra keras untuk memacu pendapatan dari sisi nonaeronautika, di tengah prediksi belum pulihnya permintaan penerbangan hingga 2022.

Agaknya, waktu tidur pimpinan puncak operator bandara di Tanah Air terus berkurang menjelang tutup buku tahun ini. Penyebabnya, pendapatan perusahaan yang mengusahakan bandara komersial itu jauh dari angka dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2021.

Waktu tidur pimpinan teras bandara itu kontras dengan jam operasional bandara yang lebih singkat daripada sebelum pandemi Covid-19.

Saat ini, terdapat 35 bandara komersial yang diusahakan oleh PT Angkasa Pura (AP) I dan AP II. Kini, kedua BUMN itu telah tergabung dalam holding pariwisata dan pendukung yang baru terbentuk bernama PT Aviasi Pariwisata Indonesia (AVIATA).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Fatkhul Maskur
Anda belum memiliki akses untuk melihat konten

Untuk melanjutkannya, silahkan login terlebih dahulu

BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.