Uji Coba Konversi Kompor Listrik, Siapkah PLN?

PLN memulai uji coba konversi kompor LPG ke kompor listrik kepada 2.000 masyarakat keluarga penerima manfaat di Solo dan Denpasar. Tahun ini, ditargetkan 300.000 keluarga akan menerima paket kompor industri secara cuma-cuma. Lalu, siapkah PLN?

Rayful Mudassir

26 Sep 2022 - 20.57
A-
A+
Uji Coba Konversi Kompor Listrik, Siapkah PLN?

Masyarakat memasak menggunakan kompor listrik. Dok PLN

Bisnis, JAKARTA - Sejam lebih mengikuti rapat dengar pendapat, Mulan Jameela menyalakan mikrofon di depannya. Isu peralihan penggunaan kompor gas ke kompor listrik memenuhi isi kepalanya hari itu. 

Anggota Komisi VII DPR RI itu mempertanyakan langkah pemerintah mengonversi kompor gas LPG 3 kilogram menjadi berbasis setrum. Jalan ini ditempuh pemerintah untuk menekan impor gas cair tersebut. 

Selama ini, LPG 3 kilogram diberikan diperuntukkan bagi masyarakat miskin. Di tengah tingginya harga komoditas tersebut, masyarakat kelas bawah masih dapat menikmati gas dengan harga miring sekitar Rp25.000 per tabung 3 kg. 

Baca Juga: Kerja Keras PLN Menerangi Desa Terpencil di NTT

Demi menekan subsidi dan impor, pemerintah rencananya akan menebar 300.000 kompor listrik untuk warga miskin. Namun, Dewan menilai upaya ini perlu dikaji kembali oleh pemerintah. 

“Program konversi kompor gas ke kompor induksi ini sepertinya menyelesaikan masalah dengan masalah baru,” katanya saat RDP dengan Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian, Rabu (21/9/2022).

Pengalihan penggunaan LPG 3 kg dengan kompor industri ditengarai menjadi upaya pemerintah mengurangi beban impor dan subsidi. Selain itu, penggunaan listrik secara masif juga mendongkrak penjualan listrik PT PLN (Persero). 


Dalam perencanaan pemerintah, paket kompor listrik akan diberikan kepada 300.000 penerima pada tahun ini. Paket tersebut akan diberi secara gratis kepada masyarakat yang terdaftar dalam data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) dengan nilai sekitar Rp1,8 juta. 

Bila jumlah penerima dikalikan nilai per paket, maka anggaran yang dibutuhkan pemerintah hanya untuk pengadaan kompor listrik dan perangkat lainnya mencapai Rp540 miliar. PLN, sebagai penyedia setrum mendapat mandat mengeksekusi uji coba konversi. 

Seiring rencana itu, PLN fokus dalam pendampingan dan evaluasi bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) untuk program uji coba yang telah dilaksanakan kepada 1.000 KPM di Solo dan 1.000 KPM di Denpasar.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyebut arahan pemerintah sangat jelas. Perseroan menindaklanjuti dengan uji coba di dua kota tersebut.

“Kami terus memberikan pendampingan kepada masyarakat penerima manfaat, sampai benar-benar dapat mengoperasikan penggunaannya secara mandiri dan beralih sepenuhnya ke kompor listrik,” katanya. 

Dalam uji coba kali ini, masyarakat penerima program peralihan kompor listrik adalah pelanggan dengan daya 450 VA dan 900 VA. Menariknya, tidak ada perubahan daya listrik pelanggan. 

PLN menyediakan jalur kabel listrik khusus untuk memasak dengan daya yang cukup untuk kompor listrik. Jalur kabel ini terpisah dari instalasi listrik yang sudah ada. Sedangkan, golongan daya yang digunakan juga tidak berubah.

“Meskipun disediakan jalur kabel khusus memasak oleh PLN, daya listrik KPM tidak mengalami perubahan. Yang 450 VA tetap 450 VA, yang 900 VA juga tetap 900 VA. Kami juga memastikan, tidak ada pengalihan daya 450 VA ke 900 VA sebagaimana yang sempat beredar di masyarakat," ujar Darmawan.

Monitoring dan evaluasi terus dilakukan. Kendala-kendala teknis yang dialami KPM dalam menggunakan peralatan memasak seperti panci dan wajan menjadi masukan untuk dilakukan perbaikan. 


Namun secara keseluruhan program ini menunjukkan progres yang positif. Konsumsi kWh dari penggunaan kompor listrik semakin besar dan KPM mulai merasakan biaya memasak menggunakan kompor listrik lebih murah daripada LPG 3 kg.

“PLN akan melaporkan data pemantauan dan evaluasi program uji coba kompor listrik di dua kota tersebut secara periodik untuk menjadi pertimbangan pemerintah dalam mengambil kebijakan selanjutnya,” ungkapnya.

PLN selalu berupaya menjalankan arahan pemerintah mempercepat transisi energi bersih di tanah air, mendukung upaya subsidi tepat sasaran, sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia dari energi impor dan menggantinya dengan energi domestik yang lebih murah.

Jangka Panjang

Dari kampanye tersebut, pemerintah berharap, 15,3 juta pelanggan dapat beralih menggunakan kompor induksi pada 2025. 

Deputi Bidang Koordinasi Pengembangan Usaha Badan Usaha Milik Negara, Riset, dan Inovasi Kementerian Koordinator Perekonomian Montty Girianna menilai  langkah konversi kompor ini sangat strategis. 

Melalui program ini pemerintah bisa menghemat Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) yang selama ini terbebani oleh subsidi LPG.

"Program ini sangat bagus dan strategis. Dengan langkah ini dari sisi keuangan pemerintah subsidinya jadi berkurang dan ini bisa mengurangi beban APBN," kata Montty.

Di satu sisi, Montty berpendapat program konversi itu juga bermanfaat bagi masyarakat. Sebab, dengan memakai kompor induksi masyarakat bisa lebih hemat karena harganya yang lebih murah dan juga proses memasak jadi lebih cepat.

"Targetnya masyarakat bisa lebih aman, lalu masak lebih cepat dan lebih hemat," ujar Montty.


Salah Sasaran

Meski kampanye pemerintah menyasar masyarakat kelas bawah, Mulan Jameela, Anggota Komisi VII DPR meyakini langkah ini akan menjadi beban baru bagi penduduk dengan penghasilan kecil. 

Belum lagi, kapasitas wajan kompor listrik dengan kompor gas sama sekali berbeda. Alhasil, masyarakat kecil harus merogoh kocek dari kantong pribadi untuk membeli wajan dan kebutuhan lainnya. 

“Kami di rumah saja menggunakan kompor listrik, tidak bisa lepas dengan kompor gas. Karena masakan masyarakat Indonesia  berbeda dengan masakan orang bule, yang pancinya ya sudah se-ukuran itu. Apalagi kalau hajatan. Mana cukup,” tuturnya.

Alih-alih menyasar kalangan bawah, dia lebih setuju program tersebut didorong kepada masyarakat mampu, ataupun kalangan yang membutuhkan kompor setrum tersebut. (Muhammad Ridwan & Nyoman Ary Wahyudi)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Rayful Mudassir

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.