Free

Ultimatum untuk Vale Indonesia (INCO) usai Dapat Perpanjangan Izin

INCO resmi menerima perpanjangan izin operasi hingga 28 Desember 2035 setelah diterbitkannya IUPK atas nama PT Vale. Sederet proyek jumbo INCO pun mendapatkan kepastian.

Lukman Nur Hakim

17 Mei 2024 - 20.54
A-
A+
Ultimatum untuk Vale Indonesia (INCO) usai Dapat Perpanjangan Izin

Proses penambangan Nikel PT Vale Indonesia Tbk. di Sorowako, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Bisnis/Paulus Tandi Bone

Bisnis, JAKARTA – PT Vale Indonesia (INCO) diminta untuk terus mengerjakan proyek mereka di dalam negeri. Hal ini setelah mereka perpanjangan izin operasi disetujui hingga 28 Desember 2035.

Dalam izin usaha pertambangan khusus (IUPK), Vale wajib menyelesaikan pembangunan fasilitas pengolahan dan/atau pemurnian baru, termasuk fasilitas hilir lebih lanjut, dalam jangka waktu yang ditentukan.

Staf Khusus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bidang Percepatan Tata Kelola Mineral dan Batu Bara Irwandy Arif mengatakan bahwa pihaknya mengharapkan INCO terus berkomitmen dalam mengerjakan proyek milik mereka setelah izin perpanjangan didapatkan.

Baca juga: Ekspansi Bisnis Energi Sirkular, Lima Pilar Resources Akuisisi Arkad Niaga

“Kalo misalnya diperpanjang, ya pasti harus komit [komitmen] terhadap rencana project mereka,” kata Irwandy saat ditemui di Kementerian ESDM, Jumat (17/5/2024).

Adapun ada tiga proyek yang dikembangkan oleh INCO di Indonesia. Pertama, proyek smelter HPAL yang berada di Blok Pomalaa, Kolaka, Sulawesi Tenggara.

Kedua, proyek smelter yang berada di nikel di Bahodopi, Morowali, Sulawesi Tengah. Terakhir, proyek pabrik HPAL di Sorowako yang merupakan kerja sama INCO dengan Huayou untuk pembangunan pabrik HPAL dengan kapasitas 60.000 Ni per tahun dalam MHP.

“Untuk Bahodopi, rencananya sudah ada pemakaian daripada gas, bukan lagi batu bara,” ujar Irwandy.

 

 

Lebih lanjut, terkait dengan pemegang kendali operasi di INCO, Irwandy mengatakan bahwa sampai saat ini pemegang kendali operasi masih berada ditangan INCO.

Namun, hal tersebut dapat berubah seseuai dengan komposisi pemegang saham terbesar di Vale Indonesia pada saat ini.

“Tergantung komposisi saham mereka kan, yang terbesar kan kita sekarang. Itu tergantung lah, business to business,” ucapnya.

INCO resmi menerima perpanjangan izin operasi hingga 28 Desember 2035 setelah diterbitkannya IUPK atas nama PT Vale. Sederet proyek jumbo INCO pun mendapatkan kepastian.

Baca juga: ESDM Minta Vale Indonesia (INCO) Rampungkan Proyek

CEO dan Presiden Direktur INCO Febriany Eddy menyampaikan bahwa IUPK yang diterima Vale Indonesia pada 13 Mei 2024 memberikan kepastian hukum bagi perseroan untuk beroperasi di wilayah konsesinya dan menjalankan strategi pertumbuhan bisnisnya.

"Terima kasih atas kepercayaan dan dukungan yang diberikan Pemerintah Republik Indonesia kepada Vale Indonesia, serta mengucapkan terima kasih dan apresiasi sebesar-besarnya atas kontribusi semua pihak. Perseroan tetap bertekad untuk maju bersama seluruh pemangku kepentingan guna memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi semua pihak," paparnya dalam siaran pers, Rabu (15/5/2024).

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Jaffry Prabu Prakoso

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.