Unjuk Gigi Bakti Kominfo Dorong Ekonomi Daerah 3T di Indonesia

Bakti Sinyal membangun menara BTS di daerah yang belum terjangkau sinyal telekomunikasi, dengan total 6.025 lokasi stasiun pemancar sebagai pengirim dan penerima sinyal internet Bakti.

Muhammad Mutawallie Sya'rawie

27 Nov 2023 - 09.52
A-
A+
Unjuk Gigi Bakti Kominfo Dorong Ekonomi Daerah 3T di Indonesia

Bisnis, SAMARINDA — Digitalisasi dinilai menjadi salah satu kunci untuk menggerakkan ekonomi daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) di Indonesia. Dengan adanya infrastruktur telekomunikasi yang memadai, masyarakat di daerah 3T dapat meningkatkan kualitas hidup dan ekonomi mereka.

Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Layanan TI untuk Masyarakat & Pemerintah Bakti Kominfo Yulis Widyo Marfiah menyatakan Bakti Kominfo memiliki berbagai program dan infrastruktur telekomunikasi yang telah dan akan dibangun di daerah 3T. 

“Bakti Kominfo memiliki visi untuk menjembatani kesenjangan digital untuk masa depan Indonesia yang lebih baik,” ujarnya secara daring dalam Festival Literasi Digital yang diselenggarakan oleh Bisnis Indonesia Group di Universitas Mulawarman (Unmul), Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim), Kamis (23/11/2023). 

Menurut Yulis, infrastruktur telekomunikasi Bakti Kominfo di Kalimantan terdiri dari 1.785 titik akses internet dan 317 BTS USO (Universal Service Obligation). Sementara itu, jumlah infrastruktur dan solusi ekosistem digital di Kalimantan Timur, terdiri dari 20 Base Transceiver Station (BTS) USO, 35 BTS VSAT, 182 akses internet, dan 4 solusi ekosistem digital yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota.

Baca juga: Pemerataan Literasi Digital Dimulai dari Kawasan 3T
Secara umum, Program Bakti Kominfo dalam memperkuat ekosistem digital meliputi Bakti Aksi (Akses Internet), Bakti Sinyal (BTS), SATRIA-I (Satelit Republik Indonesia), dan Palapa Ring. Dia memaparkan, Bakti Aksi menyediakan akses internet melalui VSAT, radio link, dan fiber optic yang telah terealisasi di 14.445 titik di seluruh Indonesia.

Sebagai gambaran, Bakti Sinyal membangun menara BTS di daerah yang belum terjangkau sinyal telekomunikasi, dengan total 6.025 lokasi stasiun pemancar sebagai pengirim dan penerima sinyal internet Bakti. 


Adapun, SATRIA-I adalah satelit multifungsi pemerintah yang dapat menjangkau semua wilayah termasuk terpencil sekalipun, dengan kapasitas 150 Gbps untuk menjangkau fasilitas layanan publik. 

Kemudian, Palapa Ring adalah penggelaran jaringan tulang punggung infrastruktur internet untuk menyediakan layanan broadband nasional, dengan 57 kabupaten/kota terhubung menggunakan jaringan fiber optic sepanjang 12.229 KM dan total 55 hops microwave links,” kata Yulis. 

Yulis mengakui bahwa pembangunan infrastruktur telekomunikasi di daerah 3T tidaklah mudah, mengingat banyaknya tantangan yang harus dihadapi, mulai dari kondisi geografis yang tidak mendukung, ketersediaan listrik yang terbatas, hingga biaya yang tinggi. 

Baca juga: Adu Kinerja 5 Tahun Emiten Telko TLKM, EXCL, & ISAT

“Perusahaan telekomunikasi lebih memilih proyek yang bisa memberikan keuntungan komersial. Di sinilah peran negara penting, agar semua masyarakat bisa merasakan manfaat telekomunikasi sesuai amanat UU,” ungkapnya. 

Yulis berharap dengan adanya infrastruktur telekomunikasi yang memadai, masyarakat di daerah 3T dapat memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan kualitas hidup dan ekonomi mereka. 

Adapun, Festival Literasi Digital ini menghadirkan berbagai narasumber dari pemerintah, akademisi, dan praktisi yang berbagi pengalaman dan gagasan tentang bagaimana memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah 3T.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Ibeth Nurbaiti

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.