Upaya BUMN Genjot Produksi Kopi Indonesia

Upaya meningkatkan produktivitas petani kopi dari Kementerian BUMN mulai menunjukkan hasilnya.

Redaksi

21 Des 2023 - 09.05
A-
A+
Upaya BUMN Genjot Produksi Kopi Indonesia

Ilustrasi biji kopi./BISNIS

Bisnis, JAKARTA - Kementerian BUMN melalui skema Program Makmur dari PMO Kopi Nusantara berhasil membantu meningkatkan produktivitas petani kopi nasional. Pada 2023, intervensi dilakukan di Pulau Sumatera dan Jawa dengan hasil peningkatan produksi dan peningkatan harga jual. 

Areal panen kopi di Indonesia rata-rata seluas 1,25 juta ha/tahun, menempati posisi terbesar kedua setelah Brazil. Namun secara total produksi, Indonesia hanya menduduki peringkat keempat, dengan dominasi perkebunan kopi rakyat hingga 96,1 persen. 

Fakta ini menunjukkan bahwa rata-rata produktivitas kopi Indonesia tergolong rendah, hanya sekitar 0,56 ton/ha per tahun dan menempati urutan ke-14 di dunia, sebagaimana disampaikan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Sementara itu, permintaan kopi di pasar dunia terus meningkat seiring dengan meningkatnya konsumsi. Dilematika ini memerlukan intervensi kebijakan pemerintah untuk memfasilitasi peran serta para petani, kelompok petani, dan juga pelaku bisnis lainnya dalam rantai pasar kopi. 

Harapannya, ada peningkatan daya saing tinggi kopi Indonesia di pasar dunia. Kondisi ini menjadi fokus bagi BUMN untuk terus bisa meningkatkan kesejahteraan petani melalui peningkatan produktivitas dan kualitas biji kopi rakyat. Pada 2023, PMO Kopi Nusantara melakukan pembinaan di lima wilayah kerja, yaitu Sumatera bagian utara, Sumatera bagian selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Ketua PMO Kopi Nusantara Dwi Sutoro menyebutkan bahwa tujuan utama pelaksanaan Program Makmur untuk komoditas kopi ini adalah menciptakan ekosistem bisnis yang berkelanjutan. 

“Dari hulu hingga hilir harus terkoneksi. Prinsip interconnectedness antara satu pelaku usaha dengan yang lainnya perlu dipermudah. BUMN dan stakeholders PMO Kopi Nusantara memiliki faktor yang memudahkan itu,” ungkapnya dikutip Rabu (21/12/2023).

Dimulai dari fokus pada petani untuk meningkatkan produktivitas, stakeholders di dalam PMO Kopi Nusantara memberikan akses saprotan, pendampingan, dan layanan keuangan. Di sisi industri pengolahan, akses pembiayaan, pendampingan, dan pemasaran juga disediakan. Pada industri hilir, selain akses pembiayaan, PMO Kopi Nusantara berupaya untuk menghadirkan platform pengembangan usaha seperti penyelenggaraan expo dan kompetisi tingkat nasional.

Salah satu kegiatan utama yang dilakukan oleh program BUMN ini memberikan kemudahan akses bagi petani terhadap sarana produksi pertanian. Perusahaan BUMN Pupuk Indonesia sebagai produsen pupuk terbesar secara nasional dan nomor 8 di dunia berkomitmen untuk memberikan produk terbaiknya agar produktivitas perkebunan kopi dalam negeri terus meningkat.

Dalam pelaksanaan program Makmur kopi ini, Pupuk Indonesia melakukan analisis awal kesuburan tanah dan memberikan rekomendasi pemupukan yang tepat secara tailor-made secara spesifik di wilayah program. 


Setelah rekomendasi pemupukan diterapkan pada akhir 2022 dan awal 2023, produktivitas petani kopi arabika di wilayah Ijen misalnya, meningkat sebesar 48 persen dari sebelumnya yang menghasilkan biji kopi sebanyak 525 kg/ha per tahun menjadi 775 kg/ha per tahun. Produktivitas ini dapat terus ditingkatkan dengan konsistensi perawatan dan perbaikan pola tanam agar dapat mengejar produktivitas negara lain seperti Brazil yang bisa menjadi 2.000 kg/ha per tahun.

Sementara itu, hingga kuartal III/2023, Bank BRI mencatat pembiayaan terhadap petani kopi di wilayah kerja PMO Kopi Nusantara mencapai Rp482 miliar kepada 16.241 orang nasabah. Realisasi penyaluran pembiayaan juga dicatatkan oleh Bank BNI kepada 4.024 orang nasabah senilai Rp154 miliar. Pembiayaan ini menjadi daya ungkit bagi petani untuk mengoptimalkan hasil budidaya.

Selain memberikan pembiayaan, perbankan juga memberikan edukasi dalam pengelolaan keuangan petani, misalnya untuk mengalokasikan modal kerja untuk kegiatan budidaya seperti pembelian saprotan, biaya pemangkasan, dan biaya pemanenan. 

Selain itu, pendampingan bisnis juga diberikan kepada petani-petani champion, kelompok tani, dan koperasi untuk meningkatkan kapasitas usaha, misalnya yang dilakukan oleh BNI melalui program Xpora dan Jejak Kopi Khatulistiwa untuk mendorong ekspor kopi ke luar negeri.

Baca Juga : Outlook CPO 2024 Dibayangi Guncangan Ekonomi China 

HARGA MENINGKAT

Harga jual di tingkat petani mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Harga buah cherry kopi misalnya, naik sekitar 30-40 persen dari tahun sebelumnya. Peningkatan harga ini karena beberapa faktor seperti pemeliharaan yang lebih intensif dan penerapan skema pemanenan petik merah.

Transaksi perdagangan komoditas kopi yang dilakukan oleh stakeholders PMO Kopi Nusantara juga tercatat positif. PT Perusahaan Perdagangan Indonesia misalnya, memiliki transaksi sebesar Rp25,2 miliar. BNI melalui program Xpora juga mencatat transaksi sebesar Rp20,4 miliar. Selain itu, hingga November 2023, PT Perkebunan Nusantara mendapatkan Rp141,3 miliar untuk penjualan kopi di Jawa Timur.

Dari ajang Cup of Excellence 2022/2023 yang diselenggarakan oleh Specialty Coffee Association of Indonesia (AKSI-SCAI) bersama stakeholders PMO Kopi Nusantara lainnya, tercatat transaksi sebesar US$259.000 dari 7 ton biji kopi terbaik yang terkumpul di level nasional. Rata-rata harga jual yang fantastis menembus US$37 per kg terjadi karena biji kopi terbaik Indonesia yang dilelang memiliki skor 85-90 dari nilai maksimal 100.

Sementara, masih banyak stakeholders dalam ekosistem bisnis Makmur Kopi BUMN yang menguatkan pemasaran kopi Indonesia di dunia internasional. Dari transaksi yang tercatat, kegiatan ekspor masih mendominasi. Potensi pasar ekspor yang masih terbuka lebar, terutama ke Uni Eropa dan Amerika Serikat yang menjadi konsumen kopi terbesar di dunia.

Baca Juga : Dampak Berantai Kenaikan Tarif Cukai Hasil Tembakau 

Sepanjang 2023, Pusat Penelitian Kopi dan Kakao (Puslitkoka) melakukan pembinaan dan pelatihan petani di berbagai daerah wilayah kerja PMO Kopi Nusantara. Selain di Jember, Puslitkoka juga memiliki fasilitas Coffee and Cocoa Learning Center di Sumatera Utara yang baru diresmikan pada penghujung tahun lalu.

Selain Puslitkoka dalam ekosistem PMO Kopi Nusantara, Sustainable Coffee Platform of Indonesia (SCOPI) juga melakukan pembinaan petani untuk melakukan praktik budidaya komoditas kopi yang berkelanjutan. Bekerja sama dengan the International Islamic Trade Finance Center (ITFC), SCOPI telah memiliki ratusan master trainer atau penyuluh kopi yang tersebar di seluruh Indonesia.

Berkolaborasi dengan BMKG, stakeholders PMO Kopi Nusantara selama tahun 2023 menyelenggarakan 3 kali Sekolah Lapang Iklim Komoditas Kopi. Salah satu aktivitas sekolah lapang adalah untuk mempersiapkan mitigasi terhadap fenomena El Nino yang sanget berpengaruh pada produktivitas kopi. Pelibatan lembaga pendidikan seperti Institut Teknologi Sawit Indonesia (ITSI) mendukung riset serta upaya mitigasi dan adaptasi ini.

Perhutani juga memberikan pendampingan secara berkelanjutan. Perhutani adalah pemilik lahan perhutanan sosial yang banyak dimanfaatkan masyarakat untuk menanam kopi di bawah tegakan hutan. Perhutani berkomitmen untuk mengoptimalkan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan dengan menghadirkan berbagai program seperti upaya digitalisasi dengan peluncuran platform SocioForest di pertengahan tahun 2023.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Rinaldi Azka

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.