Upaya Capai Kedaulatan Pangan, Proyek Bendungan Terus Dikebut

Pemerintah terus menggenjot pembangunan bendungan. Dengan banyaknya bendungan bisa mendukung ketahanan pangan nasional. Sebab hal itu bisa terjadi jika di seluruh provinsi memiliki air. Indeks pertanaman, dengan rerata nasional menurut BPS berada di 147 persen dengan produksi 31 juta ton.

Yanita Petriella
Jun 17, 2022 - 9:51 AM
A-
A+
Upaya Capai Kedaulatan Pangan,  Proyek Bendungan Terus Dikebut

Bendungan Sidan

BisnisJAKARTA — Pembangunan bendungan terus dikebut pemerintah. Sejak 2015 hingga kini, Indonesia telah membangun 61 bendungan baru dan melakukan optimasi 231 bendungan atau waduk eksisting.

Pembangunan bendungan ini untuk meningkatkan ketersediaan air mendukung pertanian, industri, pariwisata, perkotaan, kebutuhan domestik, dan kegiatan lainnya. Hingga 2021 telah selesai 29 bendungan, lalu 2 bendungan selesai di awal 2022 dan sisanya 30 bendungan dalam masa konstruksi (on going). 

Pada Jumat (17/6/2022), Presiden Joko Widodo bersama dengan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meninjau Bendungan Sindangheula yang terletak di Kabupaten Serang, Provinsi Banten. Bendungan Sindangheula telah diresmikan oleh Presiden Jokowi pada 4 Maret 2021 lalu. Bendungan tersebut dibangun dengan anggaran mencapai Rp451 miliar dan memiliki kapasitas tampung sebesar 9,30 juta meter kubik.

Pembangunan Bendungan Sindangheula juga dimanfaatkan untuk konservasi dan pariwisata serta pembangkit listrik yang menghasilkan 0,40 megawatt. Proyek Bendungan Sindangheula dikerjakan oleh PT PP (Persero) Tbk dan PT Karya Hutama (Persero). Pembangunan dilakukan selama 4 tahun, yakni dari 2015 sampai dengan 2019.

Editor: Yanita Petriella
company-logo

Lanjutkan Membaca

Upaya Capai Kedaulatan Pangan, Proyek Bendungan Terus Dikebut

Dengan paket langganan dibawah ini :

Tidak memerlukan komitmen. Batalkan kapan saja.

Penawaran terbatas. Ini adalah penawaran untuk Langganan Akses Digital Dasar. Metode pembayaran Anda secara otomatis akan ditagih di muka setiap empat minggu. Anda akan dikenai tarif penawaran perkenalan setiap empat minggu untuk periode perkenalan selama satu tahun, dan setelah itu akan dikenakan tarif standar setiap empat minggu hingga Anda membatalkan. Semua langganan diperpanjang secara otomatis. Anda bisa membatalkannya kapan saja. Pembatalan mulai berlaku pada awal siklus penagihan Anda berikutnya. Langganan Akses Digital Dasar tidak termasuk edisi. Pembatasan dan pajak lain mungkin berlaku. Penawaran dan harga dapat berubah tanpa pemberitahuan.

Copyright © Bisnis Indonesia Butuh Bantuan ?FAQ