Free with Login

Urgensi Dekarbonisasi Sektor Transportasi

Selain sebagai pengonsumsi sepertiga energi final, sektor transportasi juga menjadi salah satu penyumbang emisi terbesar di Indonesia.

Ibeth Nurbaiti

23 Mei 2024 - 16.00
A-
A+
Urgensi Dekarbonisasi Sektor Transportasi

Kepadatan kendaraan yang melintas di Jalan KH Abdullah Syafei, Jakarta, Selasa (19/7/2022). Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta menyatakan, sebanyak 75 persen polusi udara di Ibu Kota berasal dari emisi kendaraan bermotor roda dua dan roda empat. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

Bisnis, JAKARTA — Sektor transportasi dinilai masih menjadi salah satu penyumbang emisi gas rumah kaca (GRK) terbesar. Itu sebabnya diperlukan upaya dekarbonisasi mengingat dampaknya yang sangat besar terhadap pembakaran bahan bakar fosil.

Di Indonesia, berdasarkan catatan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), dari 11 juta kendaraan yang mengaspal di jalanan menghasilkan lebih dari 35 juta ton emisi karbon dioksida (CO2), sementara truk mengeluarkan lebih dari 50 juta ton CO2.

Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Dadan Kusdiana dalam acara High-Level Closed-Door Ministerial Discussion bagian dari IEA's 9th Global Conference On Energy Efficiency (GCEE) di Nairobi, Kenya, Rabu (22/5) waktu setempat, mengungkapkan bahwa transportasi global menyumbang lebih dari sepertiga emisi CO2 dari sektor pengguna akhir.

“Dan, transportasi jalan raya saja menyumbang sekitar seperenam emisi global. Dalam hal ini, sistem transportasi yang berkelanjutan dan bersih sangat penting untuk memitigasi dampak lingkungan yang signifikan dari sektor transportasi,” kata Dadan dalam keterangannya, Kamis (23/5/2024).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Rayful Mudassir
Anda belum memiliki akses untuk melihat konten

Untuk melanjutkannya, silahkan login terlebih dahulu

BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.