Urgensi Investasi Konservasi Energi

Pada sektor industri, intensitas energi juga perlu menjadi perhatian penting. Intensitas energi merepresentasikan kebutuhan energi untuk menghasilkan setiap unit barang maupun jasa. Intensitas energi di beberapa sektor di Indonesia masih terhitung boros.

Redaksi

5 Nov 2021 - 06.50
A-
A+
Urgensi Investasi Konservasi Energi

Suasana Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) di Kabupaten Sidrap Sulawesi Selatan, Selasa (12/10/2021). Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik PT PLN (Persero) 2021-2030 mengamanatkan pengembangan energi baru terbarukan sebesar 51,6 persen dan energi fosil 48,4 persen. Bisnis/Paulus Tandi Bone

Kontraksi harga batu bara dewasa ini dapat berimbas pada peningkatan pengeluaran industri domestik untuk memperoleh sumber energi. Bahkan pada beberapa jenis industri, biaya energi merupakan salah satu komponen terbesar yang perlu dibayar per bulannya.

Selain berupa tagihan listrik, konsumsi energi ini dapat berupa konsumsi bahan bakar secara langsung seperti batu bara. Konsumsi energi juga terkait erat dengan daya saing produk tersebut, terutama pada industri yang lahap energi.

Pada sektor industri, intensitas energi juga perlu menjadi perhatian penting. Intensitas energi merepresentasikan kebutuhan energi untuk menghasilkan setiap unit barang maupun jasa. Intensitas energi di beberapa sektor di Indonesia masih terhitung boros.

Industri baja dan tekstil misalnya, dinilai tidak efisien dalam pemakaian energinya bila dibandingkan dengan negara lain seperti India dan Jepang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Ibeth Nurbaiti*
Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.