Free

Waduh!! 21 Penyakit Ini Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan Tahun 2024

Pemerintah memperbarui Perpres No. 82 tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan melalui Perpres No. 59 Tahun 2024. Dalam beleid yang baru tersebut, pemerintah kembali mengatur jenis penyakit yang tidak ditanggung oleh BPJS Kesehatan.

Redaksi

13 Mei 2024 - 15.31
A-
A+
Waduh!! 21 Penyakit Ini Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan Tahun 2024

Bisnis, JAKARTA — Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan sebagai penyedia perlindungan dan asuransi kesehatan, nyatanya tidak memberikan perlindungan kesehatan terhadap seluruh jenis penyakit.

Alias, terdapat sejumlah penyakit dan pelayanan kesehatan yang tidak dapat dicover oleh BPJS Kesehatan, meskipun peserta asuransi membayarkan premi tiap bulannya.

Hal ini tercantum dalam pasal 52 Peraturan Presiden (Perpres) No. 82 tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan. Peraturan ini telah tiga kali diperbarui, terakhir melalui Perpres No. 59 Tahun 2024. Peraturan ini berlaku sejak tanggal diundangkan, yakni 8 Mei 2024.

Dalam beleid terbaru tersebut, terdapat 21 pelayanan kesehatan yang tidak ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Adapun, daftar 21 penyakit yang tidak ditanggung BPJS Kesehatan pada 2024 adalah sebagai berikut:

  1. pelayanan kesehatan yang tidak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;
  2. pelayanan kesehatan yang dilakukan di Fasilitas Kesehatan yang tidak bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, kecuali dalam keadaan darurat;
  3. pelayanan kesehatan terhadap penyakit atau cedera akibat Kecelakaan Kerja atau hubungan keda yang telah dijamin oleh program jaminan Kecelakaan Kerja atau menjadi tanggungan Pemberi Kerja;
  4. pelayanan kesehatan yang jaminan pertanggungannya diberikan oleh program jaminan kecelakaan lalu lintas yang bersifat wajib sampai nilai atau ketentuan yang ditanggung sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan diberikan sesuai hak kelas rawat Peserta;
  5. pelayanan kesehatan yang dilakukan di luar negeri;
  6. pelayanan kesehatan untuk tujuan estetik;
  7. pelayanan untuk mengatasi infertilitas;
  8. pelayanan meratakan gigi atau ortodonsi;
  9. gangguan kesehatan/penyakit akibat ketergantungan obat dan/ atau alkohol;
  10. gangguan kesehatan akibat sengaja menyakiti diri sendiri atau akibat melakukan hobi yang membahayakan diri sendiri;
  11. pengobatan komplementer, alternatif, dan tradisional, yang belum dinyatakan efektif berdasarkan penilaian teknologi kesehatan;
  12. pengobatan dan tindakan medis yang dikategorikan sebagai percobaan atau eksperimen;
  13. alat dan obat kontrasepsi serta kosmetik;
  14. perbekalan kesehatan rumah tangga;
  15. pelayanan kesehatan akibat bencana pada masa tanggap darurat, kejadian luar biasa/wabah;
  16. pelayanan kesehatan pada kejadian tak diharapkan yang dapat dicegah;
  17. pelayanan kesehatan yang diselenggarakan dalam rangka bakti sosial;
  18. pelayanan kesehatan akibat tindak pidana penganiayaan, kekerasan seksual, korban terorisme, dan tindak pidana perdagangan orang yang telah dijamin melalui skema pendanaan lain yang dilaksanakan kementerian/lembaga atau Pemerintah Daerah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;
  19. pelayanan kesehatan tertentu yang berkaitan dengan Kementerian Pertahanan, Tentara Nasional Indonesia, dan Kepolisian Negara Republik Indonesia;
  20. pelayanan lainnya yang tidak ada hubungan dengan Manfaat Jaminan Kesehatan yang diberikan; atau
  21. pelayanan yang sudah ditanggung dalam program lain.


(Reporter: Muhammad Fauzan)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Emanuel Berkah Caesario

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.