Waktunya UMKM Merebut Pasar TikTok-Tokopedia Usai Migrasi Platform

UMKM perlu bergerak cepat merebut pasar hasil kolaborasi dua platform dagang-el besar, TikTok dan Tokopedia. Dengan begitu, UMKM dapat menjadi pemenang di negeri sendiri.

Tim Redaksi

21 Apr 2024 - 20.53
A-
A+
Waktunya UMKM Merebut Pasar TikTok-Tokopedia Usai Migrasi Platform

Ilustrasi akuisisi Tokopedia oleh TikTok yang berujung pada migrasi dan penggabungan aktivitas e-commerce kedua platform./Istimewa

Bisnis, JAKARTA - Kolaborasi antar platform digital menjadi kunci dalam mendukung perkembangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Indonesia. Melalui integrasi dan migrasi sistem TikTok Shop ke Tokopedia yang hampir tuntas, UMKM di Tanah Air akan memiliki peluang untuk mengakses pasar yang lebih luas sehingga bisa naik kelas.

Sekretaris Jenderal Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo) Edy Misero mengatakan TikTok dan Tokopedia merupakan dua raksasa di industri digital. Saat keduanya berkolaborasi menjadi satu, ruang pasar keduanya akan semakin besar.

"Integrasi TikTok Shop dan Tokopedia akan menciptakan pasar baru sehingga pasar pengusaha UMKM yang memasarkan produknya melalui platform tersebut menjadi jauh lebih besar. Artinya, peluang UMKM untuk menjadi lebih besar dan naik kelas juga lebih terbuka," ujar Edy dalam keterangan resmi, dikutip Minggu (21/4/2024). 

Menurut Edy, pelaku UMKM harus menyambut integrasi TikTok Shop dan Tokopedia dengan baik. Itu sebabnya, pelaku UMKM perlu mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk merebut pasar baru yang disiapkan TikTok Shop dan Tokopedia. 

Edy mewanti-wanti, jangan sampai pasar baru yang besar ini justru direbut oleh pihak lain. Sehingga, justru produk impor yang akan membanjiri pasar baru tersebut. Pengusaha UMKM harus all out untuk mempersiapkan produk maupun jasa yang mereka tawarkan dengan meningkatkan kualitas dan menata margin keuntungan.

"Pengusaha UMKM jangan berleha-leha. UMKM harus mengambil kesempatan ini dengan sebaik-baiknya dan merespons keinginan konsumen dengan baik supaya menjadi tuan di negeri sendiri," tegas Edy. 

Melalui kolaborasi antar platform digital seperti yang dilakukan TikTok Shop dan Tokopedia, Edy menambahkan, UMKM memiliki peluang untuk masuk ke pasar global. Dengan demikian, UMKM akan semakin bergairah sehingga bisa memberikan kontribusi lebih besar agar Indonesia untuk menjadi salah satu negara dengan ekonomi terkuat di 2045. 

Selama ini, UMKM di Indonesia telah memberikan kontribusi yang cukup besar bagi perekonomian Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM, kontribusi UMKM terhadap produk domestik bruto (PDB) sebesar 61% atau senilai Rp 9.580 triliun. Kontribusi UMKM terhadap penyerapan tenaga kerja mencapai sebesar 97%.

Lebih jauh, Edy mengingatkan, UMKM membutuhkan dukungan dari berbagai pihak untuk bisa memberikan kontribusi lebih besar. Selain dukungan dari industri digital, yang paling penting adalah dukungan dari Pemerintah. Sebagai regulator, Pemerintah harus mendukung perkembangan UMKM melalui berbagai regulasi. Selain itu, masyarakat sebagai konsumen juga harus memiliki keberpihakan terhadap produk lokal. 

"Kalau UMKM kolaps, ekonomi kita bisa ambruk. Kalau itu tidak mau terjadi, mari kita topang UMKM kita," imbuh Edy.

Data Pribadi Aman

Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (ELSAM) menilai pemisahan entitas penyelenggara sistem elektronik (PSE) antara media sosial TikTok dan e-commerce Shop Tokopedia merupakan langkah yang tepat.

Perlu diketahui, PT Tokopedia resmi mengumumkan telah melakukan migrasi data pengguna TikTok Shop ke Tokopedia, yang kini menjadi Shop Tokopedia.

Alhasil, TikTok dan Tokopedia melakukan pemisahan data pribadi, yaitu data untuk penggunaan media sosial yang dikelola TikTok dan untuk transaksi e-commerce yang dikendalikan Shop Tokopedia.

Meski kepemilikan saham mayoritas Tokopedia berada dalam penguasaan TikTok, menurut ELSAM, sudah semestinya dilakukan pemisahan dalam pemrosesan data tiap PSE.

“Artinya, bila ada kebutuhan yang terkait dengan optimalisasi bisnis atau optimalisasi layanan pengguna, yang berbasiskan pada pemrosesan data pribadi, perlu dijelaskan dalam suatu kesepakatan berbagi data,” kata Direktur Eksekutif ELSAM Wahyudi Djafar.

Baca Juga :

Mengintip Rampungnya Pertalian Migrasi Tokopedia dan Tiktok Shop 


Namun, untuk memastikan pelindungan data pribadi pengguna, ELSAM memandang agar pemerintah dapat mengembangkan regulasi yang lebih inovatif dan mengakomodasi setiap perkembangan teknologi, seperti social commerce.

“Kasus yang menimpa TikTok Shop sesungguhnya menunjukkan gagapnya pemerintah dalam merespons kecepatan inovasi teknologi digital,” katanya.

Lembaga itu pun menyoroti pemerintah sebagai regulator dan pengawas yang mengalami kesulitan ketika terjadi pencampuran antara fungsi media sosial dengan e-commerce.

Menurutnya, proses migrasi data pengguna TikTok Shop ke Shop Tokopedia dan pengembangan kebijakan privasi terhadap Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP) platform Shop Tokopedia bisa menjadi pembelajaran penting. Sehingga, inovasi teknologi dapat dikembangkan dan dimanfaatkan secara optimal, dan disertai dengan pelindungan yang kuat bagi penggunanya.

“Pembelajaran ini dapat digunakan sebagai rujukan pemerintah dalam pengembangan regulasi pelindungan data pribadi, khususnya merespons model bisnis berbasis teknologi dengan karakteristik baru,” tandasnya.

Baca Juga :

 

Sebelumnya, Presiden Tokopedia Melissa Siska Juminto mengatakan bahwa Shop Tokopedia menyediakan mode privasi untuk pengguna TikTok. Fitur ini untuk mengontrol personalisasi data antara akun media sosial TikTok dan e-commerce Shop Tokopedia.

Sekadar informasi, mode privasi ini terdapat di bagian akun Shop Tokopedia, yaitu dengan menekan tombol pojok kanan atas dan memilih ‘akun’. Setelah itu, layar akan menampilkan nama akun pengguna. Nantinya, pengguna hanya perlu menekan bagian ‘pengaturan’ dan muncul mode privasi, yaitu ‘rekomendasi produk yang dipersonalisasi’.

“Kalau pengguna tidak mau data behavior dari TikTok dibagikan untuk e-commerce Shop Tokopedia, dia bisa mematikan [mode privasi],” ujar Melissa dalam Diskusi Media Update Perkembangan Masa Transisi TikTok dan Tokopedia di Jakarta, Rabu (3/4/2024).

Dia menuturkan bahwa ,ode privasi akun TikTok dan Shop Tokopedia ini dilakukan untuk mencegah monopoli data. Untuk itu, user ID dibuat terpisah sehingga mode privasi dapat dilakukan.

Melissa menjelaskan, jika mode privasi dimatikan, maka pengguna tidak akan melihat rekomendasi produk Shop yang disesuaikan dengan data di halaman utama Shop Tokopedia. Dengan demikian, tampilan Shop Tokopedia hanya menyediakan konten belanja yang sama dengan pengguna lain. 

“Dan kalau sedang nonton live di TikTok, sebenarnya [pengguna] nggak bisa belanja,” ujarnya.

Namun, Melisa menambahkan, meski mode privasi ini dimatikan, pengguna masih akan tetap melihat konten iklan bersponsor di platform TikTok. “Kalau memang bukan sponsored content nggak akan bisa, sama juga dengan Shop Tokopedia di dalam TikTok,” jelasnya.(Rika Anggraeni, Rinaldi Azka)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Rinaldi Azka
Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.