Free with Login

Wanti-Wanti Jaga Defisit APBN 2025

Pemerintah baru di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto diyakini bakal menyiapkan kebijakan fiskal yang lebih longgar seiring sejumlah kebijakan populisnya. Kendati mengakomodasi beragam pagu belanja baru, defisit APBN diperingatkan agar tetap dalam koridor.

Tim Redaksi

7 Mei 2024 - 19.17
A-
A+
Wanti-Wanti Jaga Defisit APBN 2025

Presiden terpilih Prabowo Subianto didampingi Wakil Presiden terpilih Gibran Rakabuming Raka saat memberikan pidato./Bisnis

Bisnis, JAKARTA - Sejumlah lembaga internasional memproyeksi arah kebijakan fiskal bakal lebih longgar menyusul rencana kebijakan belanja pemerintahan baru yang lebih akomodatif dengan berbagai program populis. Alhasil, defisit fiskal pun diproyeksi lebih lebar pada tahun pertama rezim baru.

IMF dan OECD memproyeksi defisit anggaran pada tahun depan –APBN pemerintahan baru—akan lebih longgar dan akomodatif karena aka nada banyak program-program populis. Defisit fiskal diproyeksi 2,7% terhadap PDB, disebabkan oleh program-program bansos seperti makan siang gratis, pengeluaran yang muncul akibat pembentukan badan-badan baru, yakni Badan Penerimaan Negara dan badan yang mengurusi makan siang gratis (anggaran tidak melekat pada anggaran K/L). 

Pelebaran defisit fiskal APBN sudah terlihat tahun ini. Semula defisit ABPN 2024 diperkirakan 2,2% terhadap PDB. Namun, karena ada bansos, outlook defisit menjadi 2,8% terhadap PDB. 

Dalam RKP 2025, target defisit 2,4%-2,8% karena pemerintah sudah mengantisipasi pengeluaran yang lebih besar. Defisit itu lebih lebar dari APBN 2023 yang hanya 1,6% terhadap PDB.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Rinaldi Mohammad Azka
Anda belum memiliki akses untuk melihat konten

Untuk melanjutkannya, silahkan login terlebih dahulu

BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.