Wijaya Karya (WIKA) Bangun Bendungan Cijurey Rp724,75 Miliar

PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA) akan membangun Bendungan Cijurey di Kabupaten Bogor, Jawa Barat dalam waktu dekat. Kontrak proyek Bendungan Cijurey paket 3, Bogor, Jawa Barat dikantongi WIKA pada Agustus 2023 lalu dengan porsi 70 persen pada KSO dan nilai kontrak WIKA sebesar Rp724,75 miliar.

Yanita Petriella

3 Okt 2023 - 14.39
A-
A+
Wijaya Karya (WIKA) Bangun Bendungan Cijurey Rp724,75 Miliar

Bendungan Kuwil. /dok PUPR

Bisnis, JAKARTA  PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA) akan membangun Bendungan Cijurey di Kabupaten Bogor, Jawa Barat dalam waktu dekat. Bendungan Cijurey diproyeksikan dapat mereduksi banjir di hilir Citarum sebesar 59,33 persen dan dimanfaatkan untuk mengairi irigasi seluas 561 hektare serta menghasilkan air baku sebesar 0,71 meter kubik per detik dan PLTA sebesar 2 x 0,5 megawatt. Konstruksinya juga dibagi menjadi tiga paket pekerjaan dengan total nilai kontrak sebesar Rp3,36 triliun.

Sekretaris Perusahaan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) Mahendra Vijaya menuturkan kontrak proyek Bendungan Cijurey paket 3, Bogor, Jawa Barat dikantongi WIKA pada Agustus 2023 lalu dengan porsi 70 persen pada KSO dan nilai kontrak WIKA sebesar Rp724,75 miliar.

WIKA dipercaya untuk mengerjakan lingkup jalan akses, pembangunan bangunan pelimpah dan pengambilan, hidro mekanikal dan elektrikal, serta pengerjaan area genangan dengan target rampung pada 2028 atau lima tahun mendatang.

Pasalnya, proyek Bendungan Cijurey dibangun untuk menjawab kebutuhan warga kepada pemerintah Kabupaten Bogor terhadap irigasi, dengan membantu perairan lahan persawahan yang kering selama kemarau di Bogor Timur.

“Keterlibatan WIKA dalam pembangunan Bendungan Cijurey menunjukan komitmen WIKA untuk hadir dalam penyelenggaraan pembangunan infrastruktur tanah air yang memprioritaskan kemanfaatan sebesar-besarnya kepada masyarakat,” ujarnya dikutip Selasa (3/10/2023). 

Proyek Bendungan Cijurey menjadi cerminan kepercayaan dari Pemerintah lewat Kementerian PUPR terhadap WIKA setelah berhasil menyelesaikan Proyek Strategis Nasional (PSN) pada sektor sumber daya air termasuk bendungan.

Adapun WIKA meraih nilai kontrak baru sebesar Rp19,98 triliun per Agustus 2023. Jumlah ini bertumbuh 10,7 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu yakni Rp18,04 triliun. Kontribusi terbesar pada perolehan kontrak baru berasal dari segmen infrastruktur dan bangunan gedung sebesar 47 persen, disusul segmen industri, EPCC, serta properti dan investasi.  

“Dari sisi pemberi kerja, sebagian besar proyek yang diraih oleh WIKA berasal dari BUMN, pemerintah, dengan skema pembayaran monthly progress,” ucapnya.

Sementara itu, salah satu proyek terbaru yang didapatkan WIKA pada Agustus lalu adalah proyek Bendungan Cijurey Paket 3, Bogor, Jawa Barat. Proyek ini dipercayakan oleh Kementerian PUPR kepada Kerja Sama Operasi (KSO) WIKA – Jaya Konstruksi.

Mahendra menyampaikan bahwa dengan porsi 70 persen pada KSO, nilai kontrak WIKA mencapai Rp724,75 miliar. Perseroan dipercaya untuk mengerjakan lingkup jalan akses, pembangunan bangunan pelimpah dan pengambilan, hidro mekanikal dan elektrikal, serta pengerjaan area genangan dengan target rampung pada 2028. 

“Proyek Bendungan Cijurey dibangun untuk menjawab kebutuhan warga kepada pemerintah Kabupaten Bogor terhadap irigasi, dengan membantu perairan lahan persawahan yang kering selama kemarau di Bogor Timur,” katanya.

Dia juga menyampaikan raihan proyek Bendungan Cijurey menjadi cerminan kepercayaan dari pemerintah melalui Kementerian PUPR, setelah perseroan mampu menyelesaikan Proyek Strategis Nasional (PSN) pada sektor sumber daya air termasuk bendungan. 

Selain itu, lanjutnya, keterlibatan WIKA dalam pembangunan Bendungan Cijurey menunjukan komitmen perseroan untuk hadir proses pembangunan infrastruktur Indonesia, yang memprioritaskan manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat. 

“Amanah ini akan kami jawab dengan pelaksanaan proyek yang baik sesuai target kualitas dan waktu yang ditetapkan oleh pemilik proyek,” tutur Mahendra. 

Baca Juga: Pemerintah Alokasikan Pagu Rp47,64 Triliun Selesaikan Bendungan




Kebut Bangun Bendungan

Program ketahanan pangan masih menjadi salah satu prioritas Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjelang berakhirnya masa pemerintahannya pada 2024 mendatang. Hal tersebut terlihat dari investasi jumbo yang bakal dikucurkan pemerintah untuk membangun sejumlah proyek bendungan di Tanah Air demi mendukung program ketahanan pangan.

Direktur Jenderal (Dirjen) SDA Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Bob Arthur Lombogia mengatakan bahwa pihaknya akan membangun total 23 bendungan menggunakan pagu anggaran tahun 2024. Dia menuturkan, pembangunan bendungan tidak hanya bertujuan untuk penyimpanan air, tetapi juga mendukung irigasi pertanian.

Bob mengungkapkan alokasi pada pembangunan 23 infrastruktur air tersebut mencapai Rp21,56 triliun dari total pagu anggaran yang diterima Ditjen SDA sebesar Rp47,64 triliun.

“Dengan alokasi pagu anggaran tersebut, maka target kinerja tahun anggaran 2024 direncanakan membangun 23 bendungan yang terdiri dari tambahan 1 bendungan baru yaitu Pelosika (Sultra),” ujarnya. 

Dari 23 bendungan tersebut 15 di antaranya dilaporkan akan selesai pembangunannya pada 2024 mendatang. Di antaranya yakni bendungan Keureuto, Rukok dan Bangunan Pengarah Rukoh (Aceh), Tiga Dihaji (Sumsel, Leuwikeris (Jabar), Jlantah, Bener, Jragung (Jateng, dan Bagong (Jatim). Kemudian, Bendungan Sidan (Bali), Meninting (NTB), Manikin (NTT), Marangkayu (Kaltim),Bulango Ulu (Gorontalo), Budong-Budong (Sulbar), serta Way Apu (Maluku).

“Adapun 7 bendungan on going yaitu bendungan Cibeet, Cijurey, Karangnongko, Cabean, Jenelata, Riam kiwa, Mbay,” katanya.

Sebagai informasi, alokasi pembangunan bendungan dan revitalisasi danau pada 2024 Rp21,56 triliun ini lebih besar jika dibandingkan pada 2023. Pasalnya, Kementerian PUPR hanya mengalokasikan Rp14,4 triliun untuk pembangunan 29 bendungan dan revitalisasi danau pada 2023.

Investasi jumbo yang dikucurkan pemerintah untuk program ketahanan pangan ini tidak terlepas dari kondisi perekonomian global yang diramalkan tidak baik-baik saja. Pada 2023, perekonomian dunia diperkirakan tetap mengalami pelambatan pertumbuhan, di tengah masih tingginya eskalasi di benua biru, yakni perang Ukraina-Rusia. Selain itu, peringkat ketahanan pangan Indonesia saat ini masih berada di bawah negara-negara tetangga seperti Vietnam dan Malaysia.

Berdasarkan laporan Global Food Security Index (GFSI) 2022, ketahanan pangan Indonesia berada di posisi 63 dari 113 negara. Posisi tersebut melampaui Thailand dan Filipina yang masing-masing berada di peringkat 64 dan 67, tapi tidak sebaik Vietnam dan Malaysia yang berada di peringkat 46 dan 41.

GFSI yang dikembangkan oleh Economist Impact mempertimbangkan empat faktor berikut yakni keterjangkauan pangan (affordability), ketersediaan pasokan (availability), kualitas nutrisi dan keamanan makanan (quality and safety), serta keberlanjutan dan adaptasi (sustainability and adaptation).

Laporan ini didasarkan pada penelitian yang dilakukan oleh Economist Impact antara April dan Juli 2022. Dalam laporannya, Indonesia menempati urutan 63 dengan skor rata-rata 60,2.

Namun jika dibandingkan dengan sejumlah negara di kawasan Asia-Pasifik, Indonesia berada di urutan 10 dari 23 negara. Adapun, kinerja Indonesia di GFSI hanya meningkat sedikit dalam satu dekade terakhir. Skor kualitas dan keamanan menurun sejak 2012, sedangkan untuk tiga pilar lainnya tercatat meningkat.

Selain itu, fenomena El Nino yang diperkirakan melanda Indonesia pada Agustus 2023 membayangi ketahanan pangan dalam negeri. Bapenas mengidentifikasi sebanyak 74 kabupaten/kota di Indonesia masuk ke dalam kategori daerah rawan pangan. Oleh karena itu, penanganan serius perlu dilakukan pemerintah demi mencegah krisis pangan di Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Yanita Petriella

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.