WMPP Tawarkan Saham Seratusan Perak, Targetkan Laba Triliunan

WMPP bakal menggunakan dana yang terkumpul dari IPO untuk ekspansi ke luar Pulau Jawa hingga Australia.

Dwi Nicken Tari & Lorenzo Anugrah Mahardhika
Nov 29, 2021 - 10:29 AM
A-
A+
WMPP Tawarkan Saham Seratusan Perak, Targetkan Laba Triliunan

Manajemen Widodo Makmur Perkasa Holding dan Manajemen Fuji Electric berpose usai meneken kesepakatan awla kerja sama pembangunan pabrik pakan Ngawi di Jakarta, (8/7/2020). - widodomakmur

Bisnis, JAKARTA - Induk grup Widodo Makmur, PT Widodo Makmur Perkasa Tbk., segera melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Perusahaan itu pun menetapkna harga penawaran yang cukup terjangkau dalam aksi penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO).

Dalam prospektus yang diterbitkan di Harian Bisnis Indonesia pada Senin (29/11/2021), calon emiten dengan kode saham WMPP itu menetapkan harga penawaran Rp160 per saham. Perseroan rencananya menawarkan 4,41 miliar saham baru yang merupakan saham biasa atas nama.

Porsi tersebut mewakili 15,02 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan setelah IPO. Dengan demikian, perseroan akan mengantongi Rp707,04 miliar dalam aksi korporasi tersebut.

Perseroan berencana menggunakan sekitar 11,50 persen dari dana IPO untuk membiayai pengembangan kerjasama operasi (KSO) export yard, logistik, dan rumah potong hewan di Australia bersama mitra. Sekitar 19 persen akan digunakan untuk membiayai pembangunan fasilitas peternakan terintegrasi dan perkebunan jagung di Sumatera, Sulawesi, dan Papua.

Sekitar 19 persen akan digunakan untuk pemberian modal kepada entitas usaha, sedangkan sisanya sekitar 50,50 persen akan digunakan untuk modal kerja perseroan.

 

 

Targetkan Laba Rp 1 Triliun

Tidak hanya sampai di situ, perusahaan yang bergerak di segmen rumah potong dan peternakan itu juga telah menyiapkan langkah ekspansif untuk lima tahun mendatang. Direktur Utama Widodo Makmur Perkasa Tumiyana menyebut perseroan telah menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp10,9 triliun.

Jika dijabarkan secara detail, Tumiyana menyebut rata-rata capex WMP hingga 2025 mendatang sebesar Rp1,6 triliun hingga Rp1,8 triliun per tahunnya. “Belanja modal adalah cara meningkatkan penerimaaan, karena tanpa ada peningkatan produksi maka target perusahaan tidak dapat tercapai,”ujarnya dalam konferensi pers Penawaran Umum Perdana Saham Widodo Makmur Perkasa, Kamis (28/10/2021).

Belanja modal tersebut bakal digunakan untuk seluruh lini bisnis perusahaan, yaitu peternakan sapi terintegrasi, pengolahan makanan berbasis daging, peternakan ayam terintegrasi, komoditas pertanian, serta konstruksi dan energi terbarukan. Perusahaan optimistis langkah tersebut akan berimbas pada kinerja positif perusahaan.

Dengan belanja modal yang besar, Tumiyana memprediksi rata-rata pertumbuhan bottom line WMP di sekitar 59 persen dalam rentang 2020 hingga 2025 mendatang. Untuk tahun depan dia optimistis laba bersih perseroan mencapai Rp1 triliun lebih pada 2022.

“Dengan ekspansi yang dilakukan, kami perkirakan bottom line perusahaan pada tahun 2022 di kisaran Rp1,05 triliun. Pada tahun 2022 kami targetkan pendapatan tumbuh 110 persen, sedangkan laba sekitar 95 persen,” ujarnya.

Tumiyana cukup optimistis target tersebut dapat tercapai. Itu karena perseroan melaksanakan sejumlah langkah ekspansi yang telah dilakukan sejak beberapa tahun lalu. Salah satu ekspansi yaitu pembangunan pabrik pakan ternak di Ngawi, Jawa Timur yang ditargetkan rampung pada semester I/2022 mendatang.

Selain itu, perusahaan juga tengah merampungkan pembangunan peternakan ayam pedaging (broiler) di Wonogiri, Jawa Tengah dengan kapasitas 2,4 juta ekor ayam. Perusahaan menargetkan proyek ini sudah dapat beroperasi penuh pada paruh pertama tahun 2022.

Kemudian, Induk usaha PT Widodo Makmur Unggas Tbk (WMUU) ini juga meningkatkan kapasitasnya di lini bisnis peternakan sapi. Perluasan kandang sapi di Cianjur, Jawa Barat saat ini tengah berlangsung yang akan memperbesar kapasitasnya dari 172.000 ekor per tahun.

Selain ekspansi, perusahaan juga fokus untuk terus meningkatkan utilisasi pabrik-pabrik produksi yang dimiliki. WMP menargetkan utilisasi pabrik produksi perusahaan pada tahun depan sudah dapat mencapai 100 persen.

“Sejauh ini utilisasi pabrik produksi kami di sekitar 60 persen, sudah membaik dibandingkan awal tahun di level 43 persen,” imbuhnya.

Seperti diketahui, WMPP merupakan perusahaan yang bergerak di bdiang usaha rumah potong hewan, perdagangan pakan ternak, perdagangan besar daging sapi, ayam dan olahannya, serta perdagangan besar bahan makanan dan minuman hasil pertanian Induk usaha dari PT Widodo Makmur Unggas Tbk. (WMUU).

Editor: Febrina Ratna Iskana

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar