Xi Jinping Pecat Menhan China

Menteri Pertahanan China Li Shangfu dicopot dari jabatannya setelah 2 bulan tidak muncul secara publik.

Nindya Aldila & Nancy Junita

25 Okt 2023 - 12.11
A-
A+
Xi Jinping Pecat Menhan China

Presiden China Xi Jinping dan pejabat lainnya menghadiri sesi pembukaan Kongres Rakyat Nasional (NPC) di Aula Besar Rakyat di Beijing, China 5 Maret 2023. REUTERS/Thomas Peter

Bisnis, JAKARTA - Menteri Pertahanan China Li Shangfu dicopot dari jabatannya setelah 2 bulan tidak muncul secara publik. 

Berdasarkan laporan media pemerintah CCTV, Presiden Xi Jinping telah menandatangani keputusan presiden untuk pemecatan Li dari jabatannya pada Selasa (24/10/2023).

Pemecatan juga diikuti dengan dikeluarkannya Li dari jajaran anggota dewan negara bagian, anggota Komisi Militer Pusat, dan jabatan politik lainnya, seperti dilaporkan Aljazeera. Hal itu juga menandakan bahwa karier politik Li telah berakhir. 

Li terakhir kali muncul di hadapan publik pada 29 Agustus. Hingga saat ini belum ada kejelasan alasan Pemerintah China memecat Li. Presiden Xi dikenal sangat menghargai kesetiaan dan berjanji akan memberantas korupsi di ranah publik dan swasta.

Mantan Menteri Pertahanan China Li Shangfu dalam acara Dialog Shangri-La ke-20 pada 5 Juni 2023. (Xinhua)


Sebelumnya Qin Gang juga diberhentikan dari jabatan menteri luar negeri dan posisi dewan negara bagian pada Juli.  

Alhasil, veteran diplomat kembali mengisi kursi menteri luar negeri. Namun, hingga saat ini belum ada kabar tentang siapa pengganti Li. 

Semasa menjabat, Li telah menolak kontak dengan militer Amerika Serikat sehingga dia dijerat sanksi oleh AS karena kaitannya degan pembelian senjata dari Rusia. Di sisi lain, Li juga memprotes penjualan penjualan senjata AS ke Taiwan .


SPIONASE AS

Badan mata-mata terkemuka China mengatakan bahwa seorang warga negaranya yang bekerja di sebuah lembaga pertahanan dituduh menjadi mata-mata Amerika Serikat (AS) pada Minggu (22/10/2023).

Kasusnya itu telah dilimpahkan ke pengadilan di kota barat daya Chengdu untuk diadili. Kasus ini merupakan kasus terbaru saat tingginya komitmen Beijing terhadap keamanan nasional, perluasan undang-undang anti-mata-mata, dan tindakan keras terhadap korupsi dalam negeri.

Stasiun penyiaran pemerintah China, CCTV menyatakan dalam laporan bahwa seorang pria bermarga Hou yang bekerja di sebuah lembaga pertahanan yang dirahasiakan dikirim pada 2013 ke sebuah universitas AS dan dipaksa untuk mengungkap rahasia negara China.

Karyawan itu sebenarnya adalah petugas intelijen AS yang menggunakan perusahaan tersebut sebagai kedoknya.

Petugas intelijen mendekati Hou untuk menjadi ahli konsultasi di perusahaannya pada bulan berikutnya, menjanjikan pembayaran sebesar US$600-US$700 atau Rp9,5 juta-Rp11 juta setiap kali untuk kualitas layanannya.

Berdasarkan laporan, dia juga memberikan informasi intelijen di bidang pertahanan nasional dan industri militer atas inisiatifnya sendiri. Setelah diselidiki oleh pemerintah China, Hou ditahan pada Juli 2021 dan didakwa atas dugaan spionase.

Perlu diketahui, China telah menangkap dan menahan puluhan warga negaranya dan asing karena dicurigai melakukan spionase, sehingga meningkatkan kekhawatiran AS atas upaya kontra-spionase yang dilakukannya, dalam beberapa tahun terakhir.



Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Nindya Aldila

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.