Pertaruhan Titik Balik Produksi Blok Rokan di Tangan Pertamina

Blok Rokan merupakan 'legenda hidup' industri migas nasional. Blok migas di Riau ini begitu tersohor karena pernah mencapai puncak produksi 1 juta bph pada tahun 1970-an. Setelah Chevron, kini titik balik kejayaan Blok Rokan ada di tangan Pertamina.

Ibeth Nurbaiti
Aug 8, 2022 - 8:30 PM
A-
A+
Pertaruhan Titik Balik Produksi Blok Rokan di Tangan Pertamina

Pekerja PT Pertamina Hulu Rokan melakukan perawatan sumur di Rig ATS 2517 di Duri Steam Flood (DSF) Field Duri, Blok Rokan, Bengkalis, Riau, Rabu (22/12/2021). PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) sebagai bagian dari Subholding Upstream Pertamina menargetkan produksi minyak Blok Rokan meningkat dari 160.000 barel per hari (bph) di tahun 2021 menjadi 300.000 barel per hari (bph) pada tahun 2025. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

Bisnis, JAKARTA — PT Pertamina (Persero) secara intensif terus melakukan kegiatan eksplorasi baik secara konvensional maupun nonkonvensional di Blok Rokan, Riau demi menekan laju penurunan produksi di salah satu wilayah kerja minyak dan gas bumi legendaris tersebut.

Setelah satu tahun BUMN migas itu melalui anak usahanya PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) mengelola WK Rokan, perseroan akhirnya berhasil mencatatkan produksi 161.000 barel per hari (bph) atau lebih baik dibandingkan dengan saat pertama diambil alih dari Chevron Pacific Indonesia pada tahun lalu sebesar 158.700 bph.

Selain itu, volume cadangan di blok tua tersebut meningkat dari 320,1 juta barel setara minyak (Mmboe) pada awal transisi menjadi 370, 2 Mmboe.

Baca juga: Tapak Tilas Chevron di Blok Rokan, Selamat Datang Pertamina

Editor: Ibeth Nurbaiti
Anda belum memiliki akses untuk melihat konten

Untuk melanjutkannya, silahkan Login Di Sini