Berkah untuk Ekonomi Argentina Usai Piala Dunia 2022

Kemenangan Argentina di ajang Piala Dunia 2022 akan memberikan keberkahan tersendiri terhadap perekonomian negara itu di tengah krisis yang melanda.

Nindya Aldila
19 Des 2022 - 10.46
A-
A+
Berkah untuk Ekonomi Argentina Usai Piala Dunia 2022

Selebrasi timnas Argentina usai menjadi juara Piala Dunia 2022/FIFA

Bisnis, JAKARTA - Kemenangan Argentina di ajang Piala Dunia 2022 akan memberikan keberkahan tersendiri terhadap perekonomian negara itu di tengah krisis yang melanda.

Hasil final Piala Dunia 2022 Argentina vs Prancis menempatkan La Albiceleste, julukan Timnas Argentina, berakhir lewat drama adu penalti setelah kedua tim bermain imbang 3-3 hingga babak tambahan.

Pertandingan terakhir tersebut akhirnya dimenangkan Argentina 4-2 dari titik 12 pas dan menjadi jawara pada Piala Dunia 2022.

Seorang akademisi Inggris menilai Argentina berada di posisi yang lebih baik daripada Prancis untuk menuai keuntungan ekonomi setelah memenangkan Piala Dunia.

"Juara dunia sepakbola itu cenderung menikmati tambahan 0,25 poin persentase pertumbuhan ekonomi dalam dua kuartal setelah turnamen," kata Marco Mello dari University of Surrey, Inggris, seperti dikutip Bisnis.com yang melansir Bloomberg.

Mello mengatakan, kemenangan di Piala Dunia berdampak juga pada peningkatan ekspor. Penyebab utamanya, negara pemenang menikmati visibilitas internasional yang lebih besar.

Salah satu contoh riset yang telah di buktikan, yakni lompatan luar biasa dalam ekspor Brasil setelah memenangkan Piala Dunia 2002.

Baca juga: Monetisasi Piala Dunia 2022, Saat Laga Tak Hanya Bicara Bola

"Jika ada salah satu dari dua negara yang mungkin mendapat manfaat, mirip dengan Brasil, ini adalah Argentina dan bukan Prancis. Mungkin efeknya kurang menonjol bagi Prancis karena dia adalah pemenang petahana, sehingga tidak terlalu mengejutkan," tutur peneliti itu.

Argentina tengah dilanda perekonomian yang sulit dengan inflasi 92,4 persen per November dan mengalami kekeringan yang mengancam ekspor tanaman pada tahun depan. Seperti Argentina, Prancis juga sedang berjuang dalam ekonominya. Negara itu tengah berada dalam krisis energi dan gelombang pemogokan.

Sejarah menunjukkan bahwa masalah ekonomi yang sudah ada sebelumnya dapat membatasi keuntungan apa pun yang datang dengan kemenangan Piala Dunia.

Meski demikian, riset juga menunjukkan bahwa pencapaian semi final saja sudah mendatangkan keuntungan. Hanya dengan mencapai perempat final dapat memberikan peningkatan ekspor dan diversifikasi perdagangan, menurut sebuah makalah tahun 2014 – yang mungkin menjadi kabar baik untuk kejutan semifinalis tahun ini Maroko, dan pada tingkat yang lebih rendah Kroasia.

"Krisis biaya hidup dan potensi resesi yang mendekat ini mungkin menutupi efek akhir dari memenangkan Piala Dunia." pungkasnya.

Dalam sebuah kolom Forbes, penulis The New York Times Allen St John mengatakan bahwa beberapa bulan setelah memegang tropi kemenangan Piala Dunia, akan ada peningkatan terhadap produktivitas ekonomi di negara itu.

"Berpikirlah itu sebagai euforia tiba-tiba secara nasional, dengan lonjakan energi jangka pendek yang diikuti oleh energi yang mencapai titik terendah," ujarnya, seperti dikutip oleh Deutsche Welle.

Adapun bagi tuan rumah, dampak ekonomi bagi Qatar justru akan lebih dalam. Kendati belanja stadium dan infrastruktur yang jumbo dengan nilai hingga US$200 miliar - US$300 miliar.

Baca juga: Fakta Piala Dunia 2022, Termahal Sepanjang Sejarah

Meskipun Doha dibanjiri dengan wisatawan dalam 4 pekan terakhir, pendapatan sektor pariwisata tidak akan menutup kesenjangan itu.

Namun, para ahli telah berulang kali mengatakan Qatar menjadi tuan rumah turnamen tersebut untuk mendapatkan prestise di panggung global, daripada mendapatkan dorongan ekonomi.

"Ini jelas bahwa Piala Dunia bukanlah untuk kelangsungan hidup bagi Qatar. Piala Dunia 2022 lebih kepada merugi dalam hal komersial," ungkap Dan Plumley dari Sheffield Hallam University kepada DW.

Hubungan internasional adalah motivasi utama bagi Qatar dengan menjadi tuan rumah turnamen ini dan juga tentang kekuatan lunak sebagai strategi pertahanan dan keamanan.

"Uang jelas bukan masalah bagi Qatar. Negara ini jelas mampu membayarnya dengan menjadi tuan rumah Piala Dunia dan bersedia menanggung kerugian yang menyertainya."

(Asahi Asry Larasati)

 

Editor: Nindya Aldila

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar