Free

GOTO Menyusul, Daftar Startup di Indonesia yang PHK Karyawan

Sepanjang tahun berjalan, sudah terjadi 1.213 kasus PHK yang dilakukan oleh startup di seluruh dunia. Startup saat ini sedang berjuang menghadapi masa musim dingin teknologi atau tech winter.

Jaffry Prabu Prakoso

21 Nov 2022 - 15.34
A-
A+
GOTO Menyusul, Daftar Startup di Indonesia yang PHK Karyawan

Pengemudi ojek daring memperlihatkan aplikasi yang dimiliki PT GoTo, yakni Gojek dan Tokopedia. /Bisnis-Himawan L Nugraha

JAKARTA – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) dan Ruangguru menjadi dua perusahaan teknologi terbaru yang melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK). Tercatat, hingga saat ini ada 20 startup di Indonesia yang melakukan hal serupa.

Sepanjang tahun berjalan, sudah terjadi 1.213 kasus PHK yang dilakukan oleh startup di seluruh dunia. Saat ini, startup sedang berjuang menghadapi masa musim dingin teknologi atau tech winter.

Dilansir dari laman resmi Trueup, Selasa (25/10/2022), tech winter tersebut memakan korban hingga 201.455 karyawan yang terkena PHK.

Dampak tech winter di Indonesia juga terlihat. Saat ini sudah ada 20 perusahaan teknologi dan startup di Tanah Air mereduksi jumlah karyawan sejak awal tahun. Berikut adalah beberapa perusahaan rintisan di Indonesia yang melakukan PHK berdasarkan catatan Bisnis Indonesia.Ilustrasi TaniGroup./dok. TaniGroup

1. TaniHub

Pada awal Maret 2022, TaniHub menghentikan semua layanan business to consumers (B2C), sehingga turut menghentikan operasional gudang di Bandung dan Bali.

TaniHub mengatakan bahwa keputusan tersebut diambil dengan pertimbangan untuk mempertajam fokus dan meningkatkan pertumbuhan melalui kegiatan segmen business to business (B2B).

TaniHub mengakui dengan adanya penghentian operasional warehouse di Bandung dan Bali mengakibatkan adanya PHK bagi sejumlah pekerja.

Perusahaan pun akan memfokuskan bisnis menjadi pemasok bagi hotel, restoran, dan kafe (horeka). Selain itu, mereka akan menyasar modern trade yaitu supermarket, hypermarket, dan pasar swalayan.

Baca juga: Beda Nasib Bank Digital di Tengah Gelombang PHK Startup

2. SiCepat

Sama seperti TaniHub, SiCepat merupakan salah satu startup yang menginformasikan adanya PHK terhadap ratusan karyawan di seluruh manajemen dan departemen yang tidak memenuhi standar penilaian perusahaan pada awal tahun ini.

SiCepat menilai jumlah karyawan yang terdampak kebijakan tersebut tidak mencapai 1 persen dari total karyawan. SiCepat juga mengungkapkan secara komposisi jumlah karyawan yang terdampak adalah 0,6 persen dari total sebanyak 60.000 karyawan atau tepatnya 360 karyawan.

 

3. LinkAja

PT Fintek Karya Nusantara (Finarya) atau LinkAja mengungkapkan melakukan reorganisasi yang berdampak pada PHK sejumlah karyawan. Meski demikian, mereka memastikan jumlah yang direorganisasi kurang dari 200 karyawan.

Startup dompet digital ini didukung oleh modal keroyokan dari banyak Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Tercatat, setidaknya ada delapan BUMN yang jadi pemegang saham LinkAja, meliputi Pertamina, Bank Mandiri, BNI, BRI, BTN, Telkom, Jiwasraya, dan Danareksa

Baca juga: Badai PHK Industri Teknologi, Bagaimana Bank Digital?

4. Zenius

Startup teknologi edukasi (edutech) Zenius baru saja mengumumkan PHK lagi pada Rabu (4/8/2022), tanpa menyebutkan jumlah karyawan yang terdampak.

Pada PHK pertama, Zenius telah memutuskan hubungan pekerja terhadap 25 persen karyawannya atau lebih dari 200 karyawan. Zenius juga mengungkapkan kedua PHK ini dikarenakan perubahan kondisi makro ekonomi dan perilaku konsumen.

Aktivitas pekerja di Warehouse JD.ID Marunda, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (11/12/2020). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

5. JD.ID

Startup e-commerce JD.ID tidak menampik adanya kabar PHK. JD.ID pun mengatakan PHK itu sejalan dengan program restrukturisasi perusahaan.

Dari penelusuran Bisnis Indonesia, induk JD.ID, yakni JD.com Inc tengah menanggung beban cukup besar.

CEO JD.com Xu Lei mengatakan bahwa penyebaran virus Covid-19 di berbagai kota besar di China, yang berujung lockdown di Shanghai dan Beijing, menjadi penyebab utama business online dan offline di China. (Khadijah Shahnaz)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Jaffry Prabu Prakoso

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.