Penyebab Bahan Baku Baterai RI Melimpah tetapi Belum Ada Manfaat

Jokowi menyebut Indonesia punya semua bahan baku untuk pembuatan baterai listrik untuk kendaraan listrik, terkecuali lithium.

Jaffry Prabu Prakoso
Dec 3, 2022 - 12:13 PM
A-
A+
Penyebab Bahan Baku Baterai RI Melimpah tetapi Belum Ada Manfaat

Pengemudi Gojek mengganti baterai motor listrik. /gotocompani.com

JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut bahwa Indonesia memiliki potensi besar terkait pembuatan baterai listrik (electric battery) untuk kendaraan listrik (electric vehicle/EV).

Menurut Jokowi, Indonesia memiliki 60 persen produksi baterai listrik. Hal ini lantaran hampir semua bahan baku untuk pembuatan baterai listrik ada di Indonesia, terkecuali lithium. Jokowi mengatakan bahwa dengan potensi ini, siapapun yang mau membangun kendaraan listrik akan datang ke Indonesia.

"Siapapun yang ingin bangun mobil listrik sepeda motor listrik kendaraan listrik, akan ke sini karena lebih efisien semua barangnya ada. Tembaganya ada, bauksitnya, chasis untuk mobil badan pesawat semua ada di sini," kata Jokowi dalam pidatonya di Rapimnas Kadin 2022, idlansir dari YouTube Setpres, Jumat (2/12/2022).


LG Chem, suplier baterai EV untuk kendaraan listrik/Korea Bizwire


Jokowi menambahkan bahwa yang diperlukan Indonesia adalah mengintegrasikan seluruh potensi-potensi bahan baku baterai listrik. Dia menjabarkan bahwa nikel terdapat di Morowali, tembaga ada di Papua dan Sumbawa, Bauksit di Kalimantan Barat dan Bintan, timah ada di Bangka Belitung. 

"Yang sulit dari dulu sampai sekarang yang tidak pernah kita kerjakan mengintegrasikan itu menjadi ekosistem besar. Ini jalan sendiri-sendiri sehingga tidak punya nilai tambah besar dan akhirnya dimain-mainkan negara lain," katanya.

Lebih lanjut, dalam Rapimnas Kadin Tahun 2022, Kepala Negara menegaskan bahwa saat ini Indonesia sedang berada dalam puncak kepemimpinan global, utamanya dari sisi ekonomi.

Baca juga: Dampak Pembebasan Bea Masuk dan PPN Bahan Baku Baterai

"Kita tidak sadar bahwa kita sedang berada pada kepemimpinan puncak global di sisi ekonomi. Trust-nya itu baru saja kita dapat. Jadi jangan dilewatkan," ujar Presiden.

Oleh karenanya, Presiden berharap kesempatan tersebut dapat dimanfaatkan oleh Kadin dengan merumuskan peta jalan di berbagai bidang, mulai dari sumber daya manusia (SDM) hingga industri. Menurutnya, peta jalan yang terencana dapat membantu Indonesia dalam mencapai tujuan dan visi yang akan dicapai di masa mendatang.

"Saya senang kalau nanti KADIN merumuskan roadmap SDM, roadmap industri tekstil, roadmap industri logam, roadmap semuanya. Ada peta jalannya supaya jelas kita akan menuju ke mana, jelas visi kita akan ke mana," ungkapnya.

Selain itu, Presiden juga meyakini bahwa peta jalan yang jelas dan terencana akan membantu meningkatkan serta menggerakkan ekonomi dalam negeri. Mulai dari pengusaha daerah hingga usaha mikro, kecil, dan menengah. "Yang paling penting menciptakan nilai tambah," imbuhnya.

Jokowi Lobi Australia

Jokowi menegaskan bahwa Indonesia berpotensi menjadi pemain utama dalam ekosistem baterai kendaraan listrik dunia. Namun, Indonesia masih kekurangan salah satu bahan baku baterai, yakni lithium.

Baca juga: Bersiasat Menjadi 'Raja' Baterai Kendaraan Listrik Dunia

Oleh sebab itu, Jokowi telah menjajaki pembicaraan dengan perdana menteri Australia terkait peluang kerja sama dengan Indonesia dalam pasokan lithium.

“Membangun ekosistem EV [electric vehicle] baterai itu kita hanya kurang lithium, enggak punya. Saya kemarin sudah sampaikan ke Prime Minister Albanese, Australia punya lithium, kita boleh beli, dong, dari Australia. Terbuka, silakan,” ungkap Jokowi dikutip presiden.go.id, Jumat (2/12/2022).

“Tapi ternyata dari kita sudah ada yang punya tambang di sana. Ini strategis, benar melakukan intervensi seperti itu sehingga ekosistem besar yang ingin kita bangun jadi,” lanjutnya.


Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk membangun ekosistem kendaraan listrik, utamanya dalam membuat baterai listrik.

Secara terperinci, Jokowi membeberkan potensi Indonesia sebagai pemain utama baterai kendaraan listrik, di antaranya cadangan nikel Indonesia adalah nomor satu di dunia, timah nomor dua di dunia, bauksit nomor enam di dunia, dan tembaga nomor tujuh di dunia. (Setyo Aji Harjanto dan Anshary Madya Sukma)

Editor: Jaffry Prabu Prakoso

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar